Selasa Pahing, 24 Oktober 2017
3 Safar 1439 Hijriyah


Arti Nama Sintia Fajrianti
 

Arti Nama Sintia Fajrianti

Berikut adalah Arti Nama Sintia Fajrianti berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

SINTIA FAJRIANTI
arti namanya adalah :
(6) Pekerjaan yang sempurna
(15) Beribadah, baik dan sopan
(90) Kesesatan dan kedukaan
(5) Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
(1095) Pendiam
(200) Sifat ragu-ragu
(49) Rakus dan pamer kekayaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(800) Keangkeran dan pengaruh kekuasaan
(46) Kemakmuran
POSITIF : 64%


SINTIA
Arti namanya adalah :
(6) Pekerjaan yang sempurna
(15) Beribadah, baik dan sopan
(200) Sifat ragu-ragu
(49) Rakus dan pamer kekayaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
POSITIF : 50%


FAJRIANTI
Arti namanya adalah :
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(18) Kekejaman
(800) Keangkeran dan pengaruh kekuasaan
(46) Kemakmuran
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(6) Pekerjaan yang sempurna
POSITIF : 67%



 
Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama
 







WUKU

Wuku adalah nama sebuah siklus waktu yang berlangsung selama 30 pekan. Satu pekan atau minggu terdiri dari tujuh hari sehingga satu siklus wuku terdiri dari 210 hari. Perhitungan wuku (bahasa Jawa: pawukon) terutama digunakan di Bali dan Jawa. Ide dasar perhitungan menurut wuku ini adalah bertemunya dua hari dalam sistem pancawara(pasaran) dan saptawara (pekan) menjadi satu. Sistem pancawara atau pasaran terdiri dari lima hari, sedangkan sistem saptawara terdiri dari tujuh hari. Dalam satu wuku, pertemuan antara hari pasaran dan hari pekan sudah pasti. Misalkan hari Sabtu-Pon terjadi dalam wuku Wugu. Menurut kepercayaan tradisional orang Bali dan Jawa, semua hari-hari ini memiliki makna khusus.

PUASA NGANYEP

Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.