Selasa Pahing, 17 Januari 2017
18 Rabiul Tsani 1438 Hijriyah


Firasat Awal Bulan Hijriyah


firasat hijriyah

Dalam kalender masehi, Tahun baru diawali pada bulan januari, sedangkan pata kalender islam/hijriyah, awal tahun baru diawali pada bulan muharram. Ada pertanda tertentu yang bisa kita perhatikan saat tahun baru islam tiba yakni dengan mengamati hari apakah tanggal 1 muharram itu. Dari hari tersebut ada pertanda-pertanda atau firasat yang perlu diwaspadai.

Menurut Syekh Muhammad Arl-Marzuqin dalam kitab “NATIIJATUL menjelaskan :

Minggu : apabila awal tahun hijriyah yaitu awal bulan Muharam jatuh pada hari Ahad maka menunjukkan bahwa para pembesar, para raja dan penguasa banyak yang zalim, kemarau panjang dan sedikif hujan.

Senin : apabila jatuhh padarhari Isnen, menunjukkan kebaikan para raja,  penguasa dan banyak turun hujan.

Selasa : apabila jatuh pada hari Selasa, maka pertanda banyak raja dan pembesar serta penguasa yang meninggal dunia, banyak terjadi keributan dan pertumpahan darah dan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari naik terus di samping hujan yang hanya sedikit turun.

Rabu : apabila jatuh pada hari Rabu rnaka situasinya sedang-sedang saja, artinya tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah.

Kamis : apabila jatuh pada hari kamis maka pertanda banyak raja yang adil dan para penguasa pun banyak yang jujur dan tidak ada yang melakukan korupsi atau penghianatan. Begitu pula para pejabat Departemen kehakiman hampir semuanya jujur-jujur semua. Di sampingitu banyak hujan dan banyak rezeki.

Jumat : apabila awal tahun muharram jatuh pada hari Jum’at, maka suatu pertanda bnyak raja-raja yang zalim, banyak pejabat tinggi dan penguasa yang korupsi, curang dan mereka itu lebih banyak berkata dari pada bekerja. Pada tahun itu sedikit seikali hujan turun.

Sabtu : apabila awal tahun Muharam jatuh pada hari Sabtu, maka itu berarti sebagian besar rakyat akan mengalami kesulitan dalam mencari lapangan pekerjaan sehingga dalam hidupnya selalu mengalami berbagai kesulitan. Rakyat kecil merasa was-was menghadapi kenyataan hidup yang tiadk menentu sebab banyak terjadi tindak kekerasan di mana-mana.