Jumat Kliwon, 18 Agustus 2017
25 DzulQa'dah 1438 Hijriyah


Arti Mimpi


Beranda | A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R |
| S | T | U | V | W | Y | Z |

Silahkan ditelusuri (di klik) arti mimpi berdasarkan abjad diatas.

Solusi - Menanggulangi akibat buruk dari mimpi

Jika anda bermimpi sesuatu yang dapat berakibat buruk bagi anda dan keluarga (seperti mimpi gigi copot dll) anda di harapkan melakukan hal-hal sebagai berikut untuk menanggulanginya:



Ambillah sapu lidi (bisa juga tusuk gigi, bambu kecil dll). Lalu potong atau patahkan dengan tangan anda menjadi 7 (tujuh) batang, kecil-kecil, kira-kira 3 sentimeter. Sediakan selembar kertas atau tissue. Siapkan garam dapur, sedikit saja. Taruhlah potongan ke tujuh sapu lidi dan garam dapur tadi ke dalam tissue atau kertas. Lipat kertas tersebut dan kuburkan ke dalam tanah (pekarangan, halaman rumah anda). Kalimat yang anda harus ucapkan ketika akan mengubur/membenam kertas (yang berisi 7 potong sapu lidi dan garam) tersebut adalah kalimat yang meminta kepada Yang Maha Kuasa agar di jauhi dari akibat buruk mimpi anda.

Contoh kalimat:
"Ya Tuhan. Jauhkanlah saya dan keluarga saya dari malapetaka. Tidak akan tumbuh/jadi, garam yang saya kubur ini. Seperti halnya mimpi saya yang dapat berakibat buruk bagi kami tidak akan menjadi kenyataan atau tidak akan terjadi. Amin"







loading...


PAMOR

Pamor dalam dunia perkerisan memiliki 3 (tiga) macam pengertian. Yang pertama menyangkut bahan pembuatannya; misalnya: pamor meteorit, pamor Luwu, pamor nikel, dan pamor sanak. Pengertian yang kedua menyangkut soal bentuk gambaran atau pola bentuknya. Misalnya: pamor Ngulit Semangka, Beras Wutah, Ri Wader, Adeg, dan sebagainya. Ketiga, menyangkut soal teknik pembuatannya, misalnya: pamor mlumah, pamor miring, dan pamor puntiran.

ZIARAH

adalah salah satu praktik sebagian besar umat beragama yang memiliki makna moral yang penting. Kadang-kadang ziarah dilakukan ke suatu tempat yang suci dan penting bagi keyakinan dan iman yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk mengingat kembali, meneguhkan iman atau menyucikan diri. Orang yang melakukan perjalanan ini disebut peziarah.