Minggu Legi, 25 Juni 2017
30 Ramadhan 1438 Hijriyah


Mengenal Karakter Shio Kuda


karakter shio kuda

Shio Kuda adalah salah satu shio atau zodiak dalam penanggalan China. Shio ini dilambangkan oleh seekor kuda yang kuat. Hewan kuda mencitrakan sosok yang kuat dan tangguh, mampu membawa beban yang berat, bekerja keras, dan bebas kemapun ia mau melangkah. Shio Kuda yang penuh kebebasan merupakan pencerminan dari sosok dengan shio tangguh ini.

Seseorang yang memiliki shio Kuda mewakili watak dari seekor kuda yakni kuat dan tangguh. Sosok tersebut adalah sosok yang percaya diri dan tak kenal lelah. Shio Kuda selalu ingin bebas dan tanpa kekangan dari siapapun. Hidupnya adalah ia yang menentukannya sendiri. Hidupnya tidak bisa dikendalikan oleh orang lain sekalipun itu orang tuanya sendiri. Shio ini benar-benar memiliki pendirian dan konsep hidup yang kuat.

Selain itu, layaknya seekor kuda, pemilik shio Kuda juga mewarisi kekuatan fisik yang tangguh. Bukan hanya watak alami yang tangguh melainkan bentuk dan kekuatan fisik yang kuat juga dimilikinya. Staminanya kuat, kepercayaan dirinya tinggi, geraknya cepat dan enerjik. Orang dengan shio Kuda menyukai perhatian orang lain atau penghargaan dari orang lain. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat perhatian dan pengargaan dari orang lain.

Dalam hubungan karir dan asmara, shio ini adalah sosok yang setia. Sama halnya seekor kuda yang mencari pasangannya. Dalam mengejar si pasangan ,shio Kuda akan mati-matian mengeluarkan segenap tenaga untuk mendapatkannya. Kesetiaannya dalam berhubungan adalah sifat alami yang dimilikinya. Namun hal tersebut berbanding terbalik, saat hubungannya kandas atau putus di tengah jalan, shio Kuda akan menjadi sosok yang lemah dan mudah goyah. Sifatnya yang tangguh dan kuat baik secara fisik dan mental ternyata memiliki kelemahan yakni saat dirinya ditinggalkan atau hidupnya dihancurkan oleh pasangannya.

Shio Kuda memiliki sifat mudah bergaul dan pandai mencari teman. Namun sosok ini memiliki sifat yang buruk yakni tidak bertanggung jawab. Shio Kuda lebih memilih pergi dan meninggalkan masalah yang menderanya. Dalam setiap masalah yang datang ia akan berusaha lebih baik tidak menghadapinya. Jika ia ditugaskan untuk melakukan suatu perjanjian namun pada prosesnya hal tersebut mengalami kendala yang berat, maka shio Kuda lebih memilih meninggalkannya tanpa harus mempertanggungjawabkannya.

Sosok shio Kuda senang untuk berkumpul dan bersama-sama. Ia pandai membaca situas dan memanfaatkan kesempatan. Ia juga pandai dalam mengajak orang lain untuk menuruti kemauannya atau idenya. Namun shio ini jarang mau untuk mengorbankan sesuatu demi kepentingan kelompoknya. Ia lebih memilih terhindar dari sebuah masalah dan ingin berjalan bebas tanpa hambatan.

Shio Kuda yang penuh kebebasan akan mengarahkan orang lain untuk mengikuti pola pikirannya. Ia cenderung memeiliki ego yang tingg, ia menginginkan lingkungan di sekitarnya mengitarinya dan ia sebagai pusat putaran. Hidup yang didambakannya adalah hidup yang bebas dan penuh keceriaan. Keberuntungan shio Kuda akan selalu tercipta sejalan dengan kepercayaan diri shio Kuda. Seekor Kuda dikenal dengan nafsunya yang besar dan staminanya yang kuat. Sama halnya dengan shio Kuda. Shio Kuda yang penuh kebebasan akan selalu mencari tujuan yang ia kehendaki meskipun harus memengaruhi orang lain agar mengikutinya sehingga ia bisa mencapai tujuannya tersebut. Dengan sifat fisik yang kuat dan watak dan pembawaan yang tangguh bak sesekor kuda membuat shio Kuda menjadi pujaan banyak orang. Orang akan mengidolakan shio Kuda namun bagi sebagian yang lain justru akan menjauhi shio Kuda karena mereka merasa tersaingi atau ditinggalkan.








MENDAK

adalah sebutan bagi cincin keris, yang berlaku di Pulau Jawa, Bali, dan Madura. Di daerah lain biasanya digunakan istilah cincin keris. Mendak hampir selalu dibuat dari bahan logam: emas, perak, kuningan, atau tembaga. Banyak di antaranya yang dipermewah dengan intan atau berlian. Pada zaman dulu ada juga mendak yang dibuat dari besi berpamor. Selain sebagai hiasan kemewahan, mendak juga berfungsi sebagai pembatas antara bagian hulu keris atau ukiran dengan bagian warangka.

ILAFI

Jiwa yang terhalus yang sudah mampu bertemu dengan Tuhan.