Sabtu Kliwon, 10 Oktober 2026


Chakra Ajna dan Mata Batin


chakra ajna

Ajna berarti perintah atau otoritas. Secara harafiah, kata ajna bermakna perintah untuk memantau kegiatan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Ajna merupakan chakra yang terletak di dahi. Banyak orang juga mengistilahkan chakra ini sebagai mata ketiga, yang berkaitan dengan imajinasi dan intuisi. Tugas utama dari chakra ini adalah mengendajikan dan memberikan energi pada kelenjar hipofisis, pineal, kelenjar edokrin, dan otak.

Chakra ajna juga yang mengendalikan sebagian besar aktivitas mental dan pikiran manusia. Pikiran intuitif, memori, dan pikiran rasional semua diatur oleh fungsi chakra ini. Gangguan fungsi chakra ini bermanifestasi sebagai penyakit yang berkaitan dengan kelenjar endokrin seperti gondok, diabetes melitus, dan Iain-lain. Beberapa gerakan yoga yang dapat menyeimbangkan energi di chakra ajna adalah mudhasana (postur anak), relaksasi, dan meditasi, serta melakukan teknik visualisasi dan afirrnasi saat melakukan asana.

Seseorang yang memiliki chakra ajna yang aktif akan memiliki mata batin yang terbuka, intuisi yang kuat. Biasanya mereka yang berprofesi sebagai paranormal atau praktisi supranatural memiliki chakra ajna yang aktif agar dapat meneropong atau menembus alam astral. Jika sudah pada tataran yang tinggi, seseorang dengan chakra ajna yang aktif dapat melihat berbagai mahluk astral dan berkomunikasi dengan mereka serta dapat pula untuk mendeteksi penyakit medis-non medis sekaligus mencari solusi atas berbagai permasalahan. Seseorang dengan chakra ajna yang aktif juga biasanya memiliki kemampuan astral projection dimana sukmanya dapat keluar dari tubuh dan menjelajah dunia fisik maupun dunia gaib. Jadi jika anda ingin menjadi seorang spiritualis yang handal, aktifnya chakra ajna adalah suatu keharusan.

Chakra ajna sesungguhnya juga bisa aktif jika memang memiliki bakat atau anugrah yang diberikan oleh Tuhan. Biasanya anak-anak kecil banyak yang mampu melihat mahluk astral dan jika berbakat, biasanya kemampuan ini tidak hilang ketika dewasa. Namun jika tidak berbakat, kemampuan ini akan menghilang sehingga diperlukan kembali latihan-latihan untuk mengaktifkan kembali chakra ajna.







WARANGKA

Atau sarung keris kebanyakan terbuat dari kayu yang berserat dan bertekstur indah. Namun di beberapa daerah ada juga warangka keris yang dibuat dari gading, tanduk kerbau, dan bahkan dari fosil binatang purba. Warangka keris selalu dibuat indah dan sering kali juga mewah. Itulah sebabnya, warangka juga dapat digunakan untuk memperlihatkan status sosial ekonomi pemiliknya. Bentuk warangka keris berbeda antara satu daerah dengan lainnya. Bahkan pada satu daerah seringkali terdapat beberapa macam bentuk warangka. Perbedaan bentuk warangka ini membuat orang mudah membedakan, sekaligus mengenali keris-keris yang berasal dari Bali, Palembang, Riau, Madura, Jawa, Bugis, Bima, atau Malaysia.

NGASREP

Puasa dimana hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.




pelatihan seni penyembuhan
RAMALAN



aplikasi android