Sabtu Pon, 22 Januari 2022
18 Jumadil Tsani 1443 Hijriyah


 

Arti Nama Edi Suswanto

Berikut adalah Arti Nama Edi Suswanto berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

EDI SUSWANTO
arti namanya adalah :
(8) Perasaan pada keadilan
(26) Tanda baik dan bermanfaat
(900) Pertempuran/peperangan
(80) Kesembuhan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(18) Kekejaman
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(70) Bersemangat, berpengetahuan dan keindahan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 67%


EDI
Arti namanya adalah :
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(18) Kekejaman
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(8) Perasaan pada keadilan
POSITIF : 50%


SUSWANTO
Arti namanya adalah :
(8) Perasaan pada keadilan
(17) Kecelakaan dan tabiat pelupa
(900) Pertempuran/peperangan
(70) Bersemangat, berpengetahuan dan keindahan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 60%



Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama














TASSEOGRAPHY / TASSEOMANCY

Merupakan suatu bentuk ramalan dengan cara membaca daun teh yang tersisa dari minuman teh yang telah diminum di cangkir.

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.



Advertorial

Grup Telegram Dunia Gaib

belajar metafisika