Senin Pon, 17 Mei 2021
5 Syawal 1442 Hijriyah


 

Arti Nama Guntur Jawara

Berikut adalah Arti Nama Guntur Jawara berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

GUNTUR JAWARA
arti namanya adalah :
(8) Perasaan pada keadilan
(700) Kekuatan
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(600) Kesempurnaan dan kebaikan
(27) Gagah dan tabah
(20) Bengis, ketus dan kedukaan
(7) Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna
(80) Kesembuhan
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
POSITIF : 89%


GUNTUR
Arti namanya adalah :
(6) Pekerjaan yang sempurna
(15) Beribadah, baik dan sopan
(600) Kesempurnaan dan kebaikan
(27) Gagah dan tabah
(20) Bengis, ketus dan kedukaan
(7) Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna
POSITIF : 84%


JAWARA
Arti namanya adalah :
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
(11) Sakit, Cacat, keributan, hukuman dan lupa pada kewajiban
(80) Kesembuhan
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
POSITIF : 50%





Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama





KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

BAMBU GILA

Bambu gila adalah kesenian magis dari maluku. Dengan bambu sebesar 2-3 meter, beberapa orang yang memeganginya merasakan adanya daya yang menyebabkan kehilangan keseimbangan.