Sabtu Pon, 20 Juni 2026


Tips Fengshui Jendela Agar Rumah Hoki


warna menurut feng shui

Ketika membangun rumah dua tahun lalu, Bowo (bukan nama asli) , seorang pengusaha muda di Jakarta, memasang banyak jendela. “Biar sinar matahari dan udara gampang masuk.” Demikian alasannya waktu itu. Benar saja, ditambah halaman luas dan rimbunnya berbagai tanaman, hunian pria 37 tahun itu terlihat asri dan nyaman. Siapa saja yang memasuki rumahnya, akan betah berlama-lama. Namun, kesejukan dan kenyamanan tersebut hanya terjadi pada rumahnya saja. Kehidupan Bowo sendiri malah menjadi panas, nggak karu-karuan. Rumah-tangganya yang dulu tenteram, mendadak dipenuhi perbedaan pendapat yang berujung pada pertengkaran. Tidak hanya itu, kesehatan lelaki muda ini juga mulai menurun. Lebih parah lagi, usaha garmen yang dulu maju, sekarang mulai tersendat. Banyak relasi yang membatalkan kerja sama dengannya.

 

Dari pandangan fengshui, apa yang dialami Bowo bisa jadi disebabkan oleh jendela-jendela yang banyak terpasang di rumahnya. Menurut fengshui, jendela yang terlalu banyak akan mengurangi keharmonisan rumah tangga, juga menganggu kesehatan dan menjauhkan rejeki. Untuk itu, Iebih baik apabila memasang jendela hanya didasarkan kebutuhan saja, atau sesuai dengan proporsional rumah. 


Baca juga :

Jendela memang berpengaruh besar terhadap tiga hal penting dalam hidup manusia tersebut. Selain jumlah, ada beberapa hal lagi yang harus diperhatikan ketika memasangjendela. Hal-hal tersebut adalah :

- Ukuran
- Model
- Bahan 
- Warna

Ukuran dan Bentuk Sebuah jendela, menurut pakar fengshui Suhu Yusuf Bingo Tanuwijaya, tidak boleh sama atau lebih besar dari pintu utama. Sebaliknya, jendela juga tidak boleh terlalu kecil dibanding pintu. Ukuran idealnya, dua pertiga dari besar pintu rumah. Jendela yang terlalu kecil, akan menghambat datangnya rejeki dan mengganggu keharmonisan rumah-tangga. Sedang bila terlalu besar, akan mengundang energi-energi negatif, biasanya dalam bentuk penyakit, ke dalam rumah. 

Dalam aturan tersebut, bila jendela berada di samping pintu, sisi atasnya harus sejajar horisontal dengan sisi atas pintu. Sepertiga bawahnya adalah dinding. Dengan letak jendela dan pintu seperti ini, bila diatas pintu diberi angin-angin, atas jendela pun harus diberi angin-angin. Tentu tetap harus sejajar horisontal sisi atasnya.

Pada rumah bertingkat,jendela yang ada di setiap lantai atau tingkat, besarnya harus sama satu dengan yang lain. Jendela di lantai satu misalnya, harus sama dengan jendela di lantai dua dan tiga. "Jendela di rumah bertingkat harus sama besar. Kalau tidak, rejeki akan mudah keluar atau pergi," jelas suhu yang tinggal di kawasan Nginden, Surabaya tersebut. Meski ukurannya sama, jendela-jendela rumah bertingkat bagian depan, secara vertikal sebaiknya tidak sama. Jendela di lantai atas sebaiknya lebih menjorok ke dalam, mengikuti lantai dan dinding, dibanding jendela dibawahnya.

Model atau bentuk jendela, menurut Suhu Bingo, tergantung selera pemilik rumah. Namun jendela bermotif sebaiknya dihindari. Lebih membawa manfaat bila model polos. Jendela bermotif cenderung membawa masalah atau kesusahan ke dalam rumah. Bentuk jendela melengkung, atau seperti huruf U terbalik, sebaiknya juga dihindari, karena model seperti ini mirip nisan kuburan. Tidak baik karena akan membawa hawa kematian.

Bahan dan warna jendela agar membawa pengaruh baik ke dalam rumah juga harus diperhatikan entah itu logam, kayu, atau kaca. Pemilihan bahan harusnya disesuaikan dengan elemen shio si penghuni rumah. lni menjadi keharusan agar energi yang dikeluarkan jendela dan energi dari elemen si penghuni terjadi keseimbangan, tidak saling mengalahkan.

Dari lima elemen; air, tanah, kayu, logam, dan api, elemen air dan tanah yang harus paling diperhatikan. Artinya, bila si pemilik rumah mempunyai elemen air atau tanah, sebaiknya jangan terlalu banyak unsur kayu di dalam rumah, termasuk jendelanya. Kayu yang terlalu banyak akan menghisap habis energi air dan tanah. Bila hal ini terjadi, berbagai keberuntungan yang seharusnya hinggap kepadanya, akan melayang tersedot energi yang dibawa jendela. Menurut Suhu Bingo, selain dua elemen tersebut, tidak ada masalah. Penghuni rumah yang ber-elemen shio logam, api, dan kayu, bisa memasang jendela dengan bahan apapun, termasuk kayu. 

Elemen shio penghuni rumah juga berpengaruh pada warna jendela yang dipilih. Bagi yang mempunyai elemen logam, sebaiknya tidak mewarnai jendelanya dengan warna merah. Energi yang dibawa warna api ini akan meluluhkan energi logam. Bagi yang ber-elemen air, warna coklat, hijau, dan abu-abu, jangan sekali-kali digunakan untuk mewarnai jendela. Coklat atau hijau sebagai lambang kayu, dan abu-abu sebagai lambang tanah, bisa menyerap semua energi yang dimiliki air.

Hal yang samajuga harus dilakukan oleh yang berelemen kayu. Mereka sebaiknya tidak mewarnai jendelanya dengan warna merah dan putih. Merah dari unsur api dan putih unsur logam, akan membuat kayu terbakar dan rusak. Elemen api sendiri jangan memperindah jendelanya dengan warna biru dan hitam. Warna lambang air ini akan membuatnya padam. Jendela warna biru juga harus dihindari oleh mereka yang mempunyai elemen shio tanah, selain juga warna coklat sebagai lambang elemen kayu. Sama dengan ketika memilih bahan jendela, pelanggaran aturan-aturan warna jendela tersebut juga akan membuat berbagai keberuntungan yang seharusnya hinggap kepadanya, melayang tersedot energi yang dibawa jendela.







DAPUR

Adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk atau type bilah keris. Dengan menyebut nama dapur keris, orang yang telah paham akan langsung tahu, bentuk keris yang seperti apa yang dimaksud. Misalnya, seseorang mengatakan: "Keris itu ber-dapur Tilam Upih", maka yang mendengar langsung tahu, bahwa keris yang dimaksud adalah keris lurus, bukan keris yang memakai luk. Lain lagi kalau disebut dapur-nya Sabuk Inten, maka itu pasti keris yang ber-luk sebelas. Dunia perkerisan di masyarakat suku bangsa Jawa mengenal lebih dari 145 macam dapur keris. Namun dari jumlah itu, yang dianggap sebagai dapur keris yang baku atau mengikuti pakem hanya sekitar 120 macam saja. Serat Centini, salah satu sumber tertulis, yang dapat dianggap sebagai pedoman dapur keris yang pakem memuat rincian jumlah dapur keris sbb: Keris lurus ada 40 macam dapur. Keris luk tiga ada 11 macam. Keris luk lima ada 12 macam. Keris luk tujuh ada 8 macam. Keris luk sembilan ada 13 macam. Keris luk sebelas ada 10 macam. Keris luk tigabelas ada 11 macam. Keris luk limabelas ada 3 macam. Keris luk tujuhbelas ada 2 macam. Keris luk sembilan belas, sampai luk duapuluh sembilan masing-masing ada semacam. Namun, menurut manuskrip Sejarah Empu, karya Pangeran Wijil, jumlah dapur yang dianggap pakem lebih banyak lagi. Catatan itu menunjukkan dapur keris lurus ada 44 macam, yang luk tiga ada 13 macam, luk sebelas ada 10 macam, luk tigabelas ada11 macam, luk limabelas ada 6 macam, luk tujuhbelas ada 2 macam, luk sembilanbelas sampai luk duapuluh sembilan ada dua macam, dan luk tigapuluh lima ada semacam. Jumlah dapur yang dikenal sampai dengan dekade tahun 1990-an, lebih banyak lagi.

AJIAN

Nama awal dari sebuah ilmu yang bersifar mistis, misalnya ajian braja musti, ajian lembu sekilan dll.




pelatihan seni penyembuhan
RAMALAN




aplikasi android