Senin Kliwon, 9 Maret 2026
Dimana Tuhan Berada? Inilah Jawabannya Menurut Perspektif Tasawuf Islam
Pertanyaan "Di mana Tuhan?" sering kali membuat kita terjebak dalam logika ruang. Kita terbiasa berpikir bahwa sesuatu yang "ada" pasti menempati tempat tertentu—seperti buku di atas meja atau awan di langit. Namun, dalam pandangan Ibnu Arabi, seorang tokoh besar dalam dunia tasawuf, jawaban atas pertanyaan ini jauh lebih dalam dan indah daripada sekadar titik koordinat.
Bagi Ibnu Arabi, Tuhan tidak berada di "sana" atau di "sini" layaknya benda. Sebaliknya, Beliau memperkenalkan konsep yang dikenal sebagai Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud).
1. Tuhan: Sang Cahaya dan Alam Semesta sebagai Cermin
Bayangkan Anda berdiri di depan sebuah cermin. Siapa yang ada di dalam cermin itu? Itu adalah Anda, namun itu bukan "zat" Anda yang sebenarnya, melainkan pantulan atau bayangan Anda.
"Tuhan tidak bertempat di dalam alam, karena Tuhanlah yang menciptakan tempat. Alam semesta tidak terpisah dari Tuhan, karena tanpa cahaya Tuhan, alam semesta adalah kegelapan atau ketiadaan."
2. Konsep "Dekat" yang Tak Berjarak
Baca juga : Jika ditanya di mana Tuhan, Ibnu Arabi akan merujuk pada kedekatan yang tidak bisa diukur dengan meter. Tuhan ada "bersama" segala sesuatu, namun tidak menyatu (secara fisik) dengan sesuatu itu.
"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaf: 16)
Menurut pandangan tasawuf ini, Tuhan "berada" pada setiap detak jantung kita, pada setiap helai daun yang jatuh, dan pada setiap luasnya cakrawala. Tuhan menampakkan Diri-Nya melalui ciptaan-Nya (Tajalli).
3. Hati Manusia: "Rumah" bagi Tuhan
Meskipun Tuhan tidak membutuhkan tempat, ada satu "tempat" spesial di mana manusia bisa merasakan kehadiran-Nya secara utuh: Hati (Al-Qalb).
Ibnu Arabi sering mengutip sebuah Hadits Qudsi yang sangat populer di kalangan sufi:
"Langit dan bumi-Ku tidak cukup menampung Aku, namun hati hamba-Ku yang beriman sanggup menampung-Ku."
Ringkasan Konsep Utama
| Konsep |
Penjelasan Sederhana |
Analogi / Dalil |
| Wahdatul Wujud |
Hanya Tuhan yang benar-benar "Ada". Alam semesta hanya bayangan-Nya. |
Benda dan bayangannya di bawah sinar matahari. |
| Tajalli |
Tuhan menampakkan sifat-sifat-Nya melalui ciptaan. |
Cahaya yang melewati kaca warna-warni. |
| Al-Qalb (Hati) |
Pusat spiritual untuk merasakan kehadiran Tuhan. |
Hati yang lapang menampung cahaya Ilahi. |
Hikmah dari Ibnu Arabi
- "Engkau menyangka bahwa Engkau adalah seonggok daging yang kecil, padahal di dalam dirimu terlipat alam semesta yang sangat besar."
- "Dia adalah Dzat yang menampakkan Diri dalam setiap bentuk, namun Dia tidak terbatas pada satu bentuk pun."
- "Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya."
"Mencari Tuhan bukan seperti mencari kunci yang hilang di kolong meja, melainkan seperti ikan yang mencari air di dalam samudera. Air itu ada di sekelilingnya, di dalamnya, dan tanpa air, ikan itu tidak akan pernah ada."
oke news_detail.php
DAPUR
Adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk atau type bilah keris. Dengan menyebut nama dapur keris, orang yang telah paham akan langsung tahu, bentuk keris yang seperti apa yang dimaksud. Misalnya, seseorang mengatakan: "Keris itu ber-dapur Tilam Upih", maka yang mendengar langsung tahu, bahwa keris yang dimaksud adalah keris lurus, bukan keris yang memakai luk. Lain lagi kalau disebut dapur-nya Sabuk Inten, maka itu pasti keris yang ber-luk sebelas.
Dunia perkerisan di masyarakat suku bangsa Jawa mengenal lebih dari 145 macam dapur keris. Namun dari jumlah itu, yang dianggap sebagai dapur keris yang baku atau mengikuti pakem hanya sekitar 120 macam saja. Serat Centini, salah satu sumber tertulis, yang dapat dianggap sebagai pedoman dapur keris yang pakem memuat rincian jumlah dapur keris sbb:
Keris lurus ada 40 macam dapur. Keris luk tiga ada 11 macam. Keris luk lima ada 12 macam. Keris luk tujuh ada 8 macam. Keris luk sembilan ada 13 macam. Keris luk sebelas ada 10 macam. Keris luk tigabelas ada 11 macam. Keris luk limabelas ada 3 macam. Keris luk tujuhbelas ada 2 macam. Keris luk sembilan belas, sampai luk duapuluh sembilan masing-masing ada semacam.
Namun, menurut manuskrip Sejarah Empu, karya Pangeran Wijil, jumlah dapur yang dianggap pakem lebih banyak lagi. Catatan itu menunjukkan dapur keris lurus ada 44 macam, yang luk tiga ada 13 macam, luk sebelas ada 10 macam, luk tigabelas ada11 macam, luk limabelas ada 6 macam, luk tujuhbelas ada 2 macam, luk sembilanbelas sampai luk duapuluh sembilan ada dua macam, dan luk tigapuluh lima ada semacam.
Jumlah dapur yang dikenal sampai dengan dekade tahun 1990-an, lebih banyak lagi.
ANASIR
bagian dari bahan terciptanya sebuah wujud. Misalnya dalam tubuh manusia terdapat anasir (unsur) bumi, api, udara dan air. Masing-masing mewakili karakter nafsu. Adanya empat anasir itu menyebabkan manusia bersemangat (dinamis) dalam melakukan aktifitas kehidupannya.