Senin Legi, 4 Juli 2022
4 Dzulhijjah 1443 Hijriyah


Terjemahan Surah Al-Haqqah (Hari Kiamat) dan Audio MP3


<< Index Surah >>
No. Ayat Terjemahan
1 اَلْحَاۤقَّةُۙ
al-ḥāqqah
Hari Kiamat,
2 مَا الْحَاۤقَّةُ ۚ
mal-ḥāqqah
apakah hari Kiamat itu?
3 وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحَاۤقَّةُ ۗ
wa mā adrāka mal-ḥāqqah
Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
4 كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَعَادٌ ۢبِالْقَارِعَةِ
każżabaṡ ṡamụdu wa 'ādum bil-qāri'ah
Kaum Samud, dan ‘Ad telah mendustakan hari Kiamat.
5 فَاَمَّا ثَمُوْدُ فَاُهْلِكُوْا بِالطَّاغِيَةِ
fa ammā ṡamụdu fa uhlikụ biṭ-ṭāgiyah
Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,
6 وَاَمَّا عَادٌ فَاُهْلِكُوْا بِرِيْحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍۙ
wa ammā 'ādun fa uhlikụ birīḥin ṣarṣarin 'ātiyah
sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,
7 سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍۙ حُسُوْمًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيْهَا صَرْعٰىۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍۚ
sakhkharahā 'alaihim sab'a layāliw wa ṡamāniyata ayyāmin ḥusụman fa taral-qauma fīhā ṣar'ā ka`annahum a'jāzu nakhlin khāwiyah
Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
8 فَهَلْ تَرٰى لَهُمْ مِّنْۢ بَاقِيَةٍ
fa hal tarā lahum mim bāqiyah
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?
9 وَجَاۤءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهٗ وَالْمُؤْتَفِكٰتُ بِالْخَاطِئَةِۚ
wa jā`a fir'aunu wa mang qablahụ wal-mu`tafikātu bil-khāṭi`ah
Kemudian datang Fir‘aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar.
10 فَعَصَوْا رَسُوْلَ رَبِّهِمْ فَاَخَذَهُمْ اَخْذَةً رَّابِيَةً
fa 'aṣau rasụla rabbihim fa akhażahum akhżatar rābiyah
Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
11 اِنَّا لَمَّا طَغَا الْمَاۤءُ حَمَلْنٰكُمْ فِى الْجَارِيَةِۙ
innā lammā ṭagal-mā`u ḥamalnākum fil-jāriyah
Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal,
12 لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَّتَعِيَهَآ اُذُنٌ وَّاعِيَةٌ
linaj'alahā lakum tażkirataw wa ta'iyahā użunuw wā'iyah
agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
13 فَاِذَا نُفِخَ فِى الصُّوْرِ نَفْخَةٌ وَّاحِدَةٌ ۙ
fa iżā nufikha fiṣ-ṣụri nafkhatuw wāḥidah
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,
14 وَّحُمِلَتِ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَّاحِدَةًۙ
wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah
dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.
15 فَيَوْمَىِٕذٍ وَّقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
fa yauma`iżiw waqa'atil-wāqi'ah
Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,
16 وَانْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَهِيَ يَوْمَىِٕذٍ وَّاهِيَةٌۙ
wansyaqqatis-samā`u fa hiya yauma`iżiw wāhiyah
dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.
17 وَّالْمَلَكُ عَلٰٓى اَرْجَاۤىِٕهَاۗ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ ثَمٰنِيَةٌ ۗ
wal-malaku 'alā arjā`ihā, wa yaḥmilu 'arsya rabbika fauqahum yauma`iżin ṡamāniyah
Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
18 يَوْمَىِٕذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ
yauma`iżin tu'raḍụna lā takhfā mingkum khāfiyah
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).
19 فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ فَيَقُوْلُ هَاۤؤُمُ اقْرَءُوْا كِتٰبِيَهْۚ
fa ammā man ụtiya kitābahụ biyamīnihī fa yaqụlu hā`umuqra`ụ kitābiyah
Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini).”
20 اِنِّيْ ظَنَنْتُ اَنِّيْ مُلٰقٍ حِسَابِيَهْۚ
innī ẓanantu annī mulāqin ḥisābiyah
Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.
21 فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۚ
fa huwa fī 'īsyatir rāḍiyah
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,
22 فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ
fī jannatin 'āliyah
dalam surga yang tinggi,
23 قُطُوْفُهَا دَانِيَةٌ
quṭụfuhā dāniyah
buah-buahannya dekat,
24 كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَآ اَسْلَفْتُمْ فِى الْاَيَّامِ الْخَالِيَةِ
kulụ wasyrabụ hanī`am bimā aslaftum fil-ayyāmil-khāliyah
(kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
25 وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِشِمَالِهٖ ەۙ فَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتٰبِيَهْۚ
wa ammā man ụtiya kitābahụ bisyimālihī fa yaqụlu yā laitanī lam ụta kitābiyah
Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.
26 وَلَمْ اَدْرِ مَا حِسَابِيَهْۚ
wa lam adri mā ḥisābiyah
Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku.
27 يٰلَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَۚ
yā laitahā kānatil-qāḍiyah
Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
28 مَآ اَغْنٰى عَنِّيْ مَالِيَهْۚ
mā agnā 'annī māliyah
Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.
29 هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطٰنِيَهْۚ
halaka 'annī sulṭāniyah
Kekuasaanku telah hilang dariku.”
30 خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُۙ
khużụhu fa gullụh
(Allah berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.”
31 ثُمَّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُۙ
ṡummal-jaḥīma ṣallụh
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
32 ثُمَّ فِيْ سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُۗ
ṡumma fī silsilatin żar'uhā sab'ụna żirā'an faslukụh
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
33 اِنَّهٗ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِۙ
innahụ kāna lā yu`minu billāhil-'aẓīm
Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.
34 وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn
Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
35 فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هٰهُنَا حَمِيْمٌۙ
fa laisa lahul-yauma hāhunā ḥamīm
Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun baginya.
36 وَّلَا طَعَامٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍۙ
wa lā ṭa'āmun illā min gislīn
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
37 لَّا يَأْكُلُهٗٓ اِلَّا الْخَاطِـُٔوْنَ
lā ya`kuluhū illal-khāṭi`ụn
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
38 فَلَآ اُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُوْنَۙ
fa lā uqsimu bimā tubṣirụn
Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,
39 وَمَا لَا تُبْصِرُوْنَۙ
wa mā lā tubṣirụn
dan demi apa yang tidak kamu lihat.
40 اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
innahụ laqaulu rasụling karīm
Sesungguhnya ia (Al-Qur'an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,
41 وَّمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍۗ قَلِيْلًا مَّا تُؤْمِنُوْنَۙ
wa mā huwa biqauli syā'ir, qalīlam mā tu`minụn
dan ia (Al-Qur'an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
42 وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ
wa lā biqauli kāhin, qalīlam mā tażakkarụn
Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.
43 تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
tanzīlum mir rabbil-'ālamīn
Ia (Al-Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
44 وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْاَقَاوِيْلِۙ
walau taqawwala 'alainā ba'ḍal-aqāwīl
Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
45 لَاَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِيْنِۙ
la`akhażnā min-hu bil-yamīn
pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.
46 ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِيْنَۖ
ṡumma laqaṭa'nā min-hul-watīn
Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.
47 فَمَا مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِيْنَۙ
fa mā mingkum min aḥadin 'an-hu ḥājizīn
Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya).
48 وَاِنَّهٗ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
wa innahụ latażkiratul lil-muttaqīn
Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
49 وَاِنَّا لَنَعْلَمُ اَنَّ مِنْكُمْ مُّكَذِّبِيْنَۗ
wa innā lana'lamu anna mingkum mukażżibīn
Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan.
50 وَاِنَّهٗ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۚ
wa innahụ laḥasratun 'alal-kāfirīn
Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
51 وَاِنَّهٗ لَحَقُّ الْيَقِيْنِ
wa innahụ laḥaqqul-yaqīn
Dan Sungguh, (Al-Qur'an) itu kebenaran yang meyakinkan.
52 فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ
fa sabbiḥ bismi rabbikal-'aẓīm
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.





OKULTISME

Okultisme adalah kepercayaan terhadap hal-hal supranatural seperti ilmu sihir. Kata "okultisme" merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, occultism. Kata dasarnya, occult, berasal dari bahasa Latin occultus ('rahasia') dan occulere ('tersembunyi'), yang merujuk kepada 'pengetahuan yang rahasia dan tersembunyi' atau sering disalah-artikan oleh masyarakat umum sebagai 'pengetahuan supranatural'. Okultisme yang sebenarnya adalah bukanlah hanya sihir dan lebih tepatnya bukanlah supranatural, karena pada dasarnya okultisme adalah ilmu yang alami. Okultisme adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan tersembunyi yang terdapat dalam alam semesta, pada diri dan lingkungan kita. Tujuan akhirnya bagi praktisi okultisme adalah pemahaman dan pengertian yang sebenarnya tentang diri sendiri yang lebih tinggi yang kemudian akan menghasilkan pencerahan dan kebijaksanaan yang akhirnya akan mendekatkan diri pada sang pencipta.

ASMA SURYANI

Merupakan sebuah ilmu kuno dan dirahasiakan. Setiap kata dari Wirid-nya menghubungkan si pengamal dengan energi dua Malaikat yang merupakan Malaikat kepala dari ribuan malaikat. Karakter energynya yang sangat kuat, solid dan tajam merupakan salah satu kelebihan dari Asma Suryani. Jika energi Asma Suryani telah melebur pada diri pengamal, daya energi akan meliputi tubuh fisik dan eterik pengamal, membuat pengamal selamat dari senjata, tajam dan tumpul, selamat dari racun, santet dan air keras. Pada saat prosesi Inisiasi, Rajah akan diguratkan dengan tinta khusus pada tubuh pengamal, dan transmisi penurunan kalimat wirid dilakukan secara lisan (tidak boleh ditulis). Inisiasi jarak jauh dapat dilakukan dengan teknik khusus.



Advertorial

Grup Telegram Dunia Gaib

belajar metafisika