Sabtu Legi, 19 Juni 2021
9 DzulQa'dah 1442 Hijriyah


 

Arti Nama Alya Nuralisa

Berikut adalah Arti Nama Alya Nuralisa berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

ALYA NURALISA
arti namanya adalah :
(8) Perasaan pada keadilan
(17) Kecelakaan dan tabiat pelupa
(800) Keangkeran dan pengaruh kekuasaan
(60) Berpisah dari pasangan hidup
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
(400) Perjalanan yang melelahkan
(22) Hukuman/pembalasan Tuhan
(20) Bengis, ketus dan kedukaan
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
(41) Kenistaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 42%


ALYA
Arti namanya adalah :
(8) Perasaan pada keadilan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(22) Hukuman/pembalasan Tuhan
(20) Bengis, ketus dan kedukaan
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
POSITIF : 20%


NURALISA
Arti namanya adalah :
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(41) Kenistaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 40%



Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama





HANACARAKA

Hanacaraka atau Hanacarana merupakan aksara jawa sebanyak 20 huruf dalam bentuk carakan. Hancaraka secara harfiah berarti ada utusan dari Tuhan yakni seorang laki dan perempuan.

MENDAK

adalah sebutan bagi cincin keris, yang berlaku di Pulau Jawa, Bali, dan Madura. Di daerah lain biasanya digunakan istilah cincin keris. Mendak hampir selalu dibuat dari bahan logam: emas, perak, kuningan, atau tembaga. Banyak di antaranya yang dipermewah dengan intan atau berlian. Pada zaman dulu ada juga mendak yang dibuat dari besi berpamor. Selain sebagai hiasan kemewahan, mendak juga berfungsi sebagai pembatas antara bagian hulu keris atau ukiran dengan bagian warangka.