Senin Wage, 29 November 2021
23 Rabiul Tsani 1443 Hijriyah


Fengshui Tempat usaha


fengshui rumah tingkat

Kemajuan sebuah perusahaan produksi sangat ditentukan oleh kualitas hasil produksinya. Untuk mendapatkan kualitas yang di inginkan, maka pabrik sebagai tempat prqduk itu dibuat harus diperhatikan. Dalam fengshui, perhatian itu terutama menyangkut dua hal yakni lahan atau tanah tempat pabrik itu didirikan dan bentuk bangunannya.

Sebuah pabrik yang berlokasi di area negatif misalnya, akan mencemari hasil produksinya menjadi negatif pula. Akibatnya, produk tersebut kalah bersaing di pasaran. Dampak buruk lokasi negatif juga bisa menimpa mesin-mesin, karyawan, dan alat-alat produksi lainnya. Pemilihan lahan dan bentuk bangunan yang baik tersebut juga berlaku untuk pendirian toko, ruko (rumah toko), kantor, rukan (rumah kantor), gudang dan tempat-tempat usaha lainnya, termasuk villa. Lokasi tanah berkaitan erat dengan aura (hawa) dan konturnya (bentuk). Aura dan kontur yang baik, bila tanah tersebut tidak berada dalam kekuasaan jin dan di dalamnya tidak terpendam benda berkekuatan besar yang sulit ditaklukkan oleh manusia. Benda-benda tersebut antara lain : batu, rerumputan, dan akar bermacam pepohonan.


Baca juga :

Bila lahan bakal tempat usaha tersebut butuh di uruk dengan tanah baru, tanah urukan ini juga harus berasal dari area yang baik. Tanah dari sungai yang banyak batunya atau tanah yang berasal dari lahan ber-aura jahat, sebaiknya dihindari. Menurut Suhu Yusuf Bingo Tanuwijaya, tanah putus juga tidak baik digunakan sebagai tempat usaha. Tanah putus adalah sebidang tanah yang di atasnya dialiri sungai atau kali. Jadi bisa disebut 2 bidang tanah yang dipisahkan oleh aliran air. Untuk memanfaatkannya sebagai lahan pendirian sebuah gedung, biasanya sungai tersebut ditutup. Penutupan inilah yang menjadi muasal lahan tersebut menjadi tidak baik. “Apapun usaha di atas tanah seperti itu, akan seret rejeki,” jelas Suhu Bingo. Setelah tahu seperti apa lahan yang baik maupun kurang baik untuk pendirian tempat usaha, maka sejarah atau riwayat tanah tersebut mutlak diketahui. Selain itu, tempat-tempat usaha tersebut sebaiknya juga tidak berdekatan dengan bentuk jalan yang salah, seperti jalan pisau, jalan berliku, jalan curam, depan makam; samping makam, depan tempat ibadah, depan sutet, tusuk sate, dan lain-lain.

Shio pemilik juga berpengaruh terhadap pendirian sebuah bangunan usaha. Dalam sudut pandang fengshui, sebidang lahan terbagi dalam dua bagian; bagian kiri ber-aura naga dan bagian kanan ber-aura macan. “Bagi yang shio-nya jiong atau tidak cocok dengan naga sebaiknya jangan mendirikan bangunan di sebelah kiri,” kata Suhu Bingo. Shio yang jiong dengan shio naga adalah anjing, kelinci, dan naga sendiri. Sebaliknya, shio ular dan monyet yang jiong dengan macan, hindari mendirikan bangunan di sebelah kanan. Dengan kata lain, shio yang jiong dengan naga lebih baik mendirikan bangunan di lahan sebelah kanan, dan yang jiong dengan macan sebaiknya mendirikan bangunan di sebelah kiri. “lni termasuk pintu gerbangnya,”jelas suhu yang bertempat tinggal di Perum Nginden intan, Surabaya, tersebut. Ditambahkan, bila terpaksa harus mendirikan bangunan di sebelah kanan dan kiri lahan tersebut, bangunan di sebelah kiri harus lebih tinggi.

Sebaiknya juga tidak membangun gedung usaha, pabrik terutama, yang bentuknya berjajar dengan posisi rapat dan berjumlah ganjil.Bentuk seperti ini tidak baik, karena bisa menyebabkan kerja sama antar karyawan menjadi lemah. Para karyawan juga sering terlibat dalam kesalah pahaman yang berujung pada percekcokan. Bangunan bagian depan sebaiknya tidak lebih tinggi dari bagian belakang. Akan lebih baik bila bagian belakangnya yang lebih tinggi, sebagai lambang gunung. Bagian depan boleh lebih tinggi sebatas temboknya saja, bila itu berfungsi untuk menghadang jalan tusuk sate di depannya. Sedangkan sisi kanan kiri bangunan, sebaiknya lebih tinggi yang kiri.

Bangunan yang berbentuk bulatan-bulatan juga kurang bagus. Menurut Suhu Bingo, bentuk seperti ini membuaf rejeki berputar-putar terus, tidak pernah singgah atau berhenti di tempat usaha tersebut. Dengan akibat yang sama,bentuk bulat seperti ini juga kurang baik digunakan sebagai atap bangunan pabrik, ruko, atau kantor. Selain bentuk atap tersebut, atap yang naik turun atau tinggi rendah, sebaiknya juga dihindari. Lebih baik bila semakin tinggi ke belakang. Atap cor atau beton juga kurang baik. Atap seperti ini akan membuat hawa fengshui tempat usaha tersebut menjadi panas. Akibatnya, rejeki pun berkurang. Bila atap cor atau beton yang dipilih, menurut Suhu Bingo, hawa panasnya bisa diimbangi dengan tanaman atau pohon perdu yang ditanam di atasnya.

Di belakang kantor, ruko, atau pabrik, sebaiknya tidak terdapat sungai. Sungai di posisi ini bisa membuat perjalanan usaha tidak lancar. Senyampang dengan itu, got atau saluran air dari gedung atau pabrik yang berada di samping juga jangan mengalir ke nelakang. Saluran seperti ini bisa memicu terjadinya pemborosan di perusahaan tersebut. Sungai, asal mengalir lancar, lebih baik bila berada di depan atau di samping. Jalan yang ada di dalam Iokasi usaha tersebut juga tidak boleh berliku-liku atau naik-turun. Jalan seperti ini membuat rejeki pasang surut, yang akhirnya akan berakibat paola kelangsungan usaha tersebut. 

Bila sebuah usaha, kantor misalnya, berada di sebuah flat yang terletak di gedung pencakar langit, harus dilihat arah hadapnya, cocok atau tidak dengan pemilik usaha tersebut. Arah hadap yang dimaksud bukan berdasar pintu masuk gedung, tapi pintu utama kantor. Untuk menentukan arah hadap ini tentu harus melihat jati diri sang pemilik; shio, elemen tahun, elemen shio, jam lahir, weton, bintang, dan wuku kelahirannya. Ruangan kantor juga tidak boleh menyempit kebelakang atau berbentuk tidak beraturan.








GELOSCOPY

Merupakan suatu bentuk ramalan yang menafsirkan tonasi tawa orang.

DAPUR

Adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk atau type bilah keris. Dengan menyebut nama dapur keris, orang yang telah paham akan langsung tahu, bentuk keris yang seperti apa yang dimaksud. Misalnya, seseorang mengatakan: "Keris itu ber-dapur Tilam Upih", maka yang mendengar langsung tahu, bahwa keris yang dimaksud adalah keris lurus, bukan keris yang memakai luk. Lain lagi kalau disebut dapur-nya Sabuk Inten, maka itu pasti keris yang ber-luk sebelas. Dunia perkerisan di masyarakat suku bangsa Jawa mengenal lebih dari 145 macam dapur keris. Namun dari jumlah itu, yang dianggap sebagai dapur keris yang baku atau mengikuti pakem hanya sekitar 120 macam saja. Serat Centini, salah satu sumber tertulis, yang dapat dianggap sebagai pedoman dapur keris yang pakem memuat rincian jumlah dapur keris sbb: Keris lurus ada 40 macam dapur. Keris luk tiga ada 11 macam. Keris luk lima ada 12 macam. Keris luk tujuh ada 8 macam. Keris luk sembilan ada 13 macam. Keris luk sebelas ada 10 macam. Keris luk tigabelas ada 11 macam. Keris luk limabelas ada 3 macam. Keris luk tujuhbelas ada 2 macam. Keris luk sembilan belas, sampai luk duapuluh sembilan masing-masing ada semacam. Namun, menurut manuskrip Sejarah Empu, karya Pangeran Wijil, jumlah dapur yang dianggap pakem lebih banyak lagi. Catatan itu menunjukkan dapur keris lurus ada 44 macam, yang luk tiga ada 13 macam, luk sebelas ada 10 macam, luk tigabelas ada11 macam, luk limabelas ada 6 macam, luk tujuhbelas ada 2 macam, luk sembilanbelas sampai luk duapuluh sembilan ada dua macam, dan luk tigapuluh lima ada semacam. Jumlah dapur yang dikenal sampai dengan dekade tahun 1990-an, lebih banyak lagi.




Advertorial

Grup Telegram Dunia Gaib

belajar metafisika