Kamis Pahing, 30 Juni 2022
30 DzulQa'dah 1443 Hijriyah


 

Arti Nama Ayanda Putri

Berikut adalah Arti Nama Ayanda Putri berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

AYANDA PUTRI
arti namanya adalah :
(5) Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
(23) Kurang memiliki pengetahuan agama
(800) Keangkeran dan pengaruh kekuasaan
(90) Kesesatan dan kedukaan
(6) Pekerjaan yang sempurna
(400) Perjalanan yang melelahkan
(47) Umur panjang dan bahagia
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(7) Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna
(49) Rakus dan pamer kekayaan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
POSITIF : 55%


AYANDA
Arti namanya adalah :
(6) Pekerjaan yang sempurna
(15) Beribadah, baik dan sopan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(47) Umur panjang dan bahagia
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(7) Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna
POSITIF : 84%


PUTRI
Arti namanya adalah :
(8) Perasaan pada keadilan
(17) Kecelakaan dan tabiat pelupa
(400) Perjalanan yang melelahkan
(49) Rakus dan pamer kekayaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
POSITIF : 34%



Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama





KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

FIRASAT

Gejala atau tanda-tanda suatu peristiwa akan terjadi. Indera untuk menerima atau merasakan adanya firasat, disebut indera batin atau indera ke 6. Firasat datang dapat melalui getaran hati tanpa sebab-sebab yang melatarbelakanginya, namun dapat juga datang setelah melihat suatu kejadian alam yang disebut titen yaitu kebiasaan suatu kejadian berdasarkan tanda-tanda alam.



Advertorial

Grup Telegram Dunia Gaib

belajar metafisika