Kamis Kliwon, 6 Agustus 2026


 

Arti Nama Hari Partono

Berikut adalah Arti Nama Hari Partono berdasarkan metode Pythagoras. Untuk melakukan perhitungan nama, cara manual tentu terlalu lama sehingga aplikasi ini digunakan untuk menghitung secara cepat. Arti nama Hari Partono dihasilkan dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dengan arti tertentu sehingga satu huruf yang berbeda akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

Arti Nama HARI PARTONO :
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
(20) Bengis, ketus dan kedukaan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(70) Bersemangat, berpengetahuan dan keindahan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(90) Kesesatan dan kedukaan
(8) Perasaan pada keadilan
(300) Kesentausaan dan suka ilmu pengetahuan
(81) Seniman
(80) Kesembuhan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 55%


Arti Nama HARI :
(8) Perasaan pada keadilan
(17) Kecelakaan dan tabiat pelupa
(90) Kesesatan dan kedukaan
POSITIF : 34% :


Arti Nama PARTONO :
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada hal gaib
(12) Alamat baik
(300) Kesentausaan dan suka ilmu pengetahuan
(81) Seniman
(80) Kesembuhan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 100% :



Dengan metode pythagoras atau pythagorean ini tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, namun paling tidak diharapkan nama tersebut mengandung minimal 65% arti yang positif. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan perhitungan arti nama silahkan klik Arti Nama. Bagi yang ingin mencari nama, gunakan menu pencarian dibawah ini.





KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

DINAMISME

Paham yang meyakini adanya kekuatan roh-roh halus.




pelatihan seni penyembuhan
RAMALAN



aplikasi android