Minggu Pahing, 14 Juni 2026
Berkurban sapi untuk 7 orang itu boleh, dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam ada dalilnya. Nabi Shallallahu alaihi wasalam pernah menyembelih 1 sapi untuk 7 orang dalam haji. [HR. Muslim no. 1318]
Niatnya beda-beda tergantung tingkatan. Ini susunannya:
1. Syariat – Niat Zahir
Ini niat yang wajib diucapkan dalam hati saat mau menyembelih.
Lafadznya:
Bismillahi Allahu Akbar. Allahumma hadza ‘anni wa ‘an ahli baiti, wa ‘an fulan wa fulan… [sebut 7 nama]. Qurbanan lillahi Ta’ala.
Artinya:
Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini kurban dariku, keluargaku, dan atas nama si A, si B… bin ..... ( 7 nama). Sebagai qurban karena Allah Ta’ala.
Maksudnya: Menjalankan perintah Allah, meneladani Nabi Ibrahim AS, dan berbagi daging ke yang berhak. Kalau hanya sampai sini saja, hukumnya sah dan dapat pahala.
2. Thariqat – Niat Jalan Ruhani
Di tingkat thariqat, kurban bukan cuma sembelih hewan. Tapi latih diri menyembelih sifat binatang dalam diri.
Niatnya dalam hati:
Ya Allah, aku menyembelih sapiku ini sebagai simbol. Aku niatkan untuk menyembelih sifat rakusku seperti sapi, sifat malas ibadahku, sifat duniawiku. Terimalah kurban zahirku agar Engkau terima kurban batinku.”
Hikmahnya :
3. Hakikat Niat Makna Sebenarnya
Di tingkat hakikat, yang disembelih bukan sapi. Yang disembelih adalah kecintaan selain Allah dalam hati
Niatnya:
Ya Allah, aku kurbankan kecintaanku pada dunia, pada diri, pada pujian makhluk, atas nama 7 orang yang Engkau jadikan sebab hidayah bagiku. Jadikan darah ini saksi bahwa aku lebih cinta Engkau daripada selain-Mu.”
Isyaratnya:
4. Ma’rifatullah – Niat Fana’
Ini tingkatan paling tinggi. Di sini tidak ada lagi “aku yang berkurban”.
Niatnya:
Ya Allah, Engkau yang memberi sapi, Engkau yang memberi uang, Engkau yang menggerakkan tanganku, Engkau yang menerima. Tidak ada kurban, tidak ada yang berkurban, kecuali Engkau. Aku hanya hijab. Terimalah dari-Mu, untuk-Mu, dengan-Mu.”
Maknanya :
Tingkatan :
Kesimpulan :
* Saat menyembelih, ucapkan niat syariat dulu biar sah.
* Setelah itu, hadirkan niat thariqat, hakikat, ma’rifat dalam hati.