Senin Pon, 24 Agustus 2026
Apakah Indonesia sudah merdeka dari penjajahan bangsa lain? tentu sudah dan jika belum merdeka tentulah tiap hari kita tidak akan bisa bekerja, beribadah, sekolah, ngopi bareng teman dll. Mari syukuri akan nikmat kemerdekaan ini dan jangan melupakan jasa para leluhur kita yang sudah berkorban jiwa raga demi keberlangsungan hidup kita yang sekarang. Namun demikian ada juga yang menganggap Indonesia belum sepenuhnya merdeka karena sekarang dijajah oleh bangsa lain secara ekonomi dan budaya.
Apapun penafsiran kita tentang kemerdekaan, ada hal lain yang luput dari perhatian kita soal kemerdekaan yaitu kita selalu melihat kemerdekaan diluar diri dan bukan kemerdekaan di dalam diri. Disadari atau tidak, banyak dari kita belum merdeka secara batin karena diri kita masih dijajah oleh banyak hal :
1. Dijajah oleh Penilaian Orang Lain. Jika orang lain menilai kita buruk maka hidup kita terasa hancur. Ini berarti kita masih dikendalikan oleh orang lain.
2. Dijajah oleh Kebutuhan Validasi. Dalam hidupnya selalu berusaha agar dirinya dihargai dan diakui oleh orang lain agar tercapai kepuasan batin.
3. Dijajah oleh respon orang lain. Tingkah laku orang lain yang mampu menyebabkan kita kecewa, sedih, marah.
4. Dijajah oleh masa lalu. Luka masa lalu, dendam, trauma yang menyebabkan hidupnya tidak bisa lepas dari luka batin, selalu kepikiran dan membangkitkan emosi.
5. Dijajah oleh masa depan. Mencemaskan/overthinking sesuatu yang belum terjadi namun dicemaskan misalnya takut miskin, takut gagal, takut tidak mencapai target kehidupan dll.
6. Dijajah oleh keinginan mengendalikan. yaitu kita ingin semua orang menuruti keinginan kita, kita ingin agar hidup selalu sesuai keinginan kita. Bahkan dalam berdoa pun memaksa agar Allah menuruti kemauan kita.
7. Dijajah oleh pikiran sendiri. Pikiran kita sering menjajah diri sendiri dengan pikiran negatif baik negatif terhadap diri sendiri maupun pikiran negatif terhadap orang lain bahkan sampai membenci orang lain.
1. Bertauhid. Jangan biarkan orang lain atau hal lain diluar diri mengendalikan hidup kita. Jadilah pribadi yang memiliki kemerdekaan batin. Kunci merdeka secara batin ada bertauhid. Sadari bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah semata maka ridholah terhadap apa yang kita terima meskipun hal tersebut tidak mengenakan secara batin.
Kita merespon secara negatif karena merasa kejadian yang menimpa kita tidak ada peran Allah padahal daun jatuh pun ada peran Allah apalagi dikehidupan kita sehari-hari. Tidak ada kekuatan diluar Allah yang mampu menghadirkan semua itu kecuali Allah semata. Jika rejeki hadir maka syukurilah, jika cobaan yang hadir maka bersabarlah dan ridho/menerima. Jika kita mampu untuk ridho/ikhlas maka Allah pun akan ridho dengan kita, diampuni segala dosa kita, diterima ibadah kita meski belum istiqomah, dibersihkan amal kita yang masih mengandung riya.
2. Soul Gym (latihan jiwa). Untuk bisa ridho tidaklah mudah. Sama sulitnya bersyukur ditengah kesulitan hidup yang menghimpit. Tidak ada jalan lain selain MELATIH jiwa agar bisa bersyukur dan bersabar di kehidupan kita sehari-hari. Selalu pandang ada peran Allah di setiap langkah-langkah kita karena jika tidak mampu menghadirkan Allah maka batin kita akan selalu terjajah.
Carilah titik syukur masing-masing karena tiap orang berbeda. Jika masih bisa bangun tidur, maka syukurilah masih diberikan umur dan kesehatan, jika anak pergi sekolah syukurilah anak bisa menuntut ilmu, saat ngop atau makan bersyukurlah atas rejeki tersebut.
3. Tazkiyatun Nafs : mensucikan jiwa. Harus bisa menghadirkan Allah di tiap hembusan nafas dan di tiap mata memandang. Caranya dengan memperbanyak zikir meskipun di tengah kesibukan dunia. Bisa juga dengan menyadari Nafas keluar masuk kita karena nafas itulah ruh/nyawa yang ditiupkan Allah ke dalam diri kita. Dengan menyadari nafas, kita menyadari ada Allah yang tidak berjarak dengan diri kita sehingga iman kita menjadi iman ihsan yaitu merasa Allah menemani dan mengawasi dirinya setiap saat.
Jika setiap hari kita melatih diri agar memiliki kemerdekaan batin, maka outputnya adalah Insya Allah kita akan menjadi salah satu kekasih Allah dimana ciri dari kekasih Allah adalah seorang hamba yang tidak takut dan bersedih dalam menjalani kehidupannya.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya (bagi) para kekasih Allah itu tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih. (Q.S Yunus : 62)
Kemerdekaan batin adalah hadirnya jiwa yang tenang. Jiwa yang ridho terhadap semua ketetapanNya. Hanya jiwa yang tenang sajalah yang dapat kembali kepada Allah.
Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al-Fajr : 27-30)