Senin Legi, 25 Januari 2021
11 Jumadil Tsani 1442 Hijriyah


Chakra Swadhisthana dan Karakteristiknya


Chakra Swadhisthana

Sebagaimana chakra muladhara, Swasdhisthana juga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tempat tinggal tersendiri. Chakra ini terletak di sacral plexus, alat reproduksi, pinggul dan pinggang. Chakra ini mempunyai unsur air dan berwarna jingga. Simbol chakra ini adalah bunga teratai dengan enam helai kelopak.


  • Baca juga : Hubungan Chakra dan Aura

  • Orientasi chakra ini adalah hasrat atau gairah. Chakra ini melingkupi kelenjar gonad. Chakra ini berperan dalam berbagai kejadian dan peristiwa yang terjadi pada tubuh manusia. Chakra ini secara langsung juga bertanggung jawab pada pencerahan manusia dan berbagai emosi dalam tubuh manusia, seperti inspirasi, kreativitas, pengetahuan, dan konsentrasi. Adapun tugas utama dari chakra ini adalah untuk menyerap atau mendistribusikan prana dan organ kemih.

    Swadhistana juga memengaruhi fisik dan mental manusia. Swadhistana yang lemah dapat mengakibatkan terganggunya sistem tertentu dalam tubuh manusia, juga akan berakibat pada menurunnya hasrat dan kandung kemih. Ketidakseimbangan dalam chakra ini membuat seseorang mudah merasa diabaikan atau ditolak. Kreativitasnya akan menghilang dan akan merasa terbebani secara emosional. Untuk orang-orang dengan kelemahan pada chakra ini, disarankan ketika mengaktifkan chakra ini, jangan gugup, harus tenang dan bersikap positif.

    Sebaliknya, swadhistana yang aktif akan menciptakan keharrmonisan dan kedamaian tubuh. Orang yang dapat berkonsentrasi pada chakra ini tidak akan mempunyai rasa takut terhadap apa pun. Ia akan mempunyai kontrol dan pengetahuan tentang kesadaran dan dapat mengembangkan kekuatan psikisnya. Orang dengan swadhistana aktif juga biasanya terbebas dari makanan yang mengandung daging dan keinginan materialistis sehingga dirinya menjadi murni.

    Adapun beberapa gerakan yoga yang dapat mengaktifkan chakra ini adalah semua postur yang melenturkan sendi pinggul, seperti baddhakonasana (postur kupu-kupu), omkarasana (postur kaki bertumpu pada kepala), kapothasana (postur raja merpati), upavishtakonasana (postur meregangkan kaki dan menekuk ke depan), dan hanumanasana (postur raja kera).










    DAJAL

    Setan yang menampakan diri dalam bentuk raksasa yang muncul menjelang datangnya kiamat. Dajal dapat berbentuk mahluk atau sebuah rejim yang zalim atau bisa juga diartikan kekuatan gaib yang mengandung energi negatif yang mempengaruhi manusia jauh dari ajaran agama.

    CRYSTALLOMANCY

    Metode ramalan yang menggunakan cara memandangi Kristal seperti batu kuarsa, logam mulia (misalnya kristal beryl) atau bola Kristal tradisional.


    belajar metafisika