Kamis Pon, 27 Januari 2022
23 Jumadil Tsani 1443 Hijriyah


 

Arti Nama Mawarni Lita Pratiwi

Berikut adalah Arti Nama Mawarni Lita Pratiwi berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

MAWARNI LITA PRATIWI
arti namanya adalah :
(8) Perasaan pada keadilan
(300) Kesentausaan dan suka ilmu pengetahuan
(50) Pengampunan dan kemerdekaan
(500) Suci
(60) Berpisah dari pasangan hidup
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
(100) Berkah Tuhan
(30) Kemasyhuran dan pernikahan
(600) Kesempurnaan dan kebaikan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
POSITIF : 80%


MAWARNI
Arti namanya adalah :
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
(12) Alamat baik
(500) Suci
(60) Berpisah dari pasangan hidup
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 80%


LITA
Arti namanya adalah :
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
(100) Berkah Tuhan
(30) Kemasyhuran dan pernikahan
POSITIF : 100%


PRATIWI
Arti namanya adalah :
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
(20) Bengis, ketus dan kedukaan
(600) Kesempurnaan dan kebaikan
(50) Pengampunan dan kemerdekaan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
POSITIF : 40%



Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama





BIKSU

rohaniawan agama budha.

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.



Advertorial

Grup Telegram Dunia Gaib

belajar metafisika