Selasa Legi, 10 Maret 2026


Gerakan Bersyukur Nasional


Gerakan Bersyukur Nasional

Negara Indonesia merdeka dari penjajahan negara asing ditebus darah dan nyawa para leluhur, para pejuang, para pahlawan Indonesia. Inilah perjalanan panjang membebaskan negeri dari belenggu penjajahan yang dialami oleh para leluhur kita dan saat ini kita tinggal  menikmati dan meneruskannya saja. 

Jika boleh memilih, apakah anda ingin dilahirkan di jaman penjajah berkuasa di Indonesia ataukah anda ingin dilahirkan setelah penjajah enyah di bumi pertiwi? Jika anda ditakdirkan Tuhan lahir saat Indonesia belum merdeka tentulah anda juga akan mengalami penderitaan yang luar biasa. Sebagaimana rakyat kebanyakan, anda akan merasakan lebih banyak lapar, merasakan perang, merasakan kehilangan banyak orang yang anda cintai dan gugur di medan perang, kita sulit merasakan sekolah seperti di kehidupan saat ini, tidak bisa merasakan kuliner lezat, tidak bisa berwisata, tidak bisa silaturahmi saat hari raya dan tidak bisa beribadah dengan nyaman.

Banyak generasi muda sekarang yang kurang bersyukur terhadap kemerdekaan Indonesia karena memang mereka tidak pernah merasakan derita peperangan secara langsung. Padahal jika saja mayoritas bangsa Indonesia bersyukur maka bangsa kita akan menjadi bangsa yang lebih maju dan rakyatnya sejahtera. Ingatlah janji Allah pada Al Quran : 


Baca juga :

"(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras." (Ibrahim Ayat 7).

Jadi kunci agar negara Indonesia menjadi negara maju adalah dengan memperbanyak rasa syukur. Yang kita rasakan sekarang ini lebih banyak terlihat orang yang tidak bersyukur, sering mengeluh, fokus pada segala kekurangan. Coba lihat saat hari kemerdekaan RI, di grup whatsapp atau sosial media banyak sekali orang yang mengeluh dengan mengatakan bangsa ini belum merdeka karena segala macam alasan misalnya :

  • Bangsa ini belum merdeka karena masih banyak orang miskin
  • Bangsa ini belum merdeka karena masih banyak koruptor
  • Bangsa ini belum merdeka karena pemimpinnya zalim
  • Bangsa ini belum merdeka karena masih utang negaranya masih besar
  • dan segala macam keluhan seakan-akan tidak ada yang baik yang ada di negara Indonesia

Inilah problem bangsa yang masyarakatnya sulit untuk bersyukur sehingga Allah akan memberikan azab yang sangat keras. Kemerdekaan yang sudah diberikan Allah pada bangsa ini harusnya menjadi hal yang patut disyukuri setiap hari dan bukannya malah dicari-cari kekurangannya terus menerus. Hidup di dunia di negara manapun tiada yang sempurna kecuali tinggal di negeri akhirat (surga). Jika dalam hidup kita selalu FOKUS PADA KEKURANGAN maka disitulah kita menjadi orang yang tidak pandai bersyukur. 

Jika anda sekarang diberikan kesehatan maka bersyukurlah, jika anda masih bisa mengontrak rumah maka bersyukurlah agar nikmatnya nanti ditambah oleh Allah sehingga punya rumah sendiri, jika anda masih bisa beribadah dengan bebas maka syukurilah karena itu sulit dilakukan saat kondisi perang. Maka jangan salahkan jika negara Indonesia sulit maju, rakyatnya sulit sejahtera, masih banyak kekurangan disana-sini karena perilaku mayoritas warganya yang tidak bersyukur kepada Allah Sang Maha Pencipta. 

Maka hendaknya kita semua bertobat dengan memperbanyak rasa syukur atas kemerdekaan yang kita nikmati sekarang. Masih banyak diluar sana negara yang rakyatnya menderita akibat peperangan. Apakah anda sebagai warga Indonesia mau pindah ke negara yang masih berperang? bayangkan jika Allah tiba-tiba saja memindahkan anda ke negara yang dilanda perang karena tidak bersyukur hidup di Indonesia. Jadi perbanyaklah rasa bersyukur anda setiap hari dan mulailah kurangi mengeluh, fokus pada nikmat yang Allah sudah berikan pada anda dan jangan fokus pada segala kekurangan diri dan negara ini. Bersyukur bukan berarti tidak melakukan kritik kepada pemimpin negara terhadap segala kekurangan, namun harus diimbangi dengan rasa syukur juga.

Sama halnya jika kita mengalami kesulitan ekonomi lalu berdoa kepada Allah agar diberikan rejeki namun ternyata yang selalu ada di pikiran kita adalah rasa kekurangan tersebut maka sulit doa kita dikabulkan. Cara berdoa yang beretika adalah syukuri dulu apapun yang sudah Allah berikan kepada kita misalnya kita masih sehat, orang tua sehat, dikaruniai anak/pasangan dll barulah setelah itu anda berdoa agar diberikan rejeki yang lebih besar lagi. Jadi landasan anda berdoa adalah rasa syukur dan bukan rasa kekurangan.

Jika anda bisa memulai bersyukur dari diri sendiri maka anda sudah membantu negara ini mencapai kehidupan yang lebih baik. Ajarkan bersyukur pada anak cucu anda maka akan semakin banyak orang seperti anda dan semakin cepat bangsa ini sejahtera karena otomatis akan muncul pemimpin-pemimpin negara yang hidupnya penuh dengan rasa syukur dan orang yang bersyukur sudah pasti pribadinya berbudi luhur dan akan berbuat yang terbaik untuk kemaslahatan banyak orang.

Dalam hidup tentulah kita tidak akan bisa mencapai kondisi yang ideal dan sempurna, namun hanya dengan bersyukurlah kita akan menutupi segala kekurangsempurnaan dengan rasa kecukupan (Qona'ah). Hanya Allah yang Maha Sempurna dan Semoga Allah memberikan bangsa ini ampunan dan kehidupan yang lebih baik lagi. Mari bersyukur tiap hari dan jadikan rasa syukur sebagai GERAKAN BERSYUKUR NASIONAL maka Kun Fayakun negara ini akan menjadi negara yang maju & sejahtera Aamiin YRA 🤲🙏






oke news_detail.php


TEPHRAMANCY

Merupakan suatu bentuk ramalan yang menggunakan abu yang dihasilkan dari pembakaran cabang-cabang pohon sebagai mediumnya.

GYROMANCY

Metode ramalan dimana orang-orang berjalan berputar-putar diantara huruf-huruf dalam suatu ritual hingga pusing dan terjatuh di titik tertentu. Huruf-huruf yang tertimpa orang-orang tersebut kemudian akan ditafsirkan.




pelatihan seni penyembuhan
RAMALAN




aplikasi android