Sabtu Kliwon, 5 September 2026


Terjemahan Surah Al-Qiyamah (Kiamat) dan Audio MP3


<< Index Surah >>
No. Ayat Terjemahan
1 لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
lā uqsimu biyaumil-qiyāmah
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,
2 وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
wa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah
dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).
3 اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ
a yaḥsabul-insānu allan najma'a 'iẓāmah
Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?
4 بَلٰى قَادِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ
balā qādirīna 'alā an nusawwiya banānah
(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.
5 بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗۚ
bal yurīdul-insānu liyafjura amāmah
Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus.
6 يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗ
yas`alu ayyāna yaumul-qiyāmah
Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?”
7 فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ
fa iżā bariqal-baṣar
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
8 وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ
wa khasafal-qamar
dan bulan pun telah hilang cahayanya,
9 وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ
wa jumi'asy-syamsu wal-qamar
lalu matahari dan bulan dikumpulkan,
10 يَقُوْلُ الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّۚ
yaqụlul-insānu yauma`iżin ainal-mafarr
pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”
11 كَلَّا لَا وَزَرَۗ
kallā lā wazar
Tidak! Tidak ada tempat berlindung!
12 اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمُسْتَقَرُّۗ
ilā rabbika yauma`iżinil-mustaqarr
Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.
13 يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ
yunabba`ul-insānu yauma`iżim bimā qaddama wa akhkhar
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
14 بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙ
balil-insānu 'alā nafsihī baṣīrah
Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri,
15 وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗ
walau alqā ma'āżīrah
dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
16 لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ
lā tuḥarrik bihī lisānaka lita'jala bih
Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur'an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
17 اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ
inna 'alainā jam'ahụ wa qur`ānah
Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.
18 فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ
fa iżā qara`nāhu fattabi' qur`ānah
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
19 ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ
ṡumma inna 'alainā bayānah
Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya.
20 كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙ
kallā bal tuḥibbụnal-'ājilah
Tidak! Bahkan kamu mencintai kehidupan dunia,
21 وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ
wa tażarụnal-ākhirah
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.
22 وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ
wujụhuy yauma`iżin nāḍirah
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri,
23 اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ
ilā rabbihā nāẓirah
memandang Tuhannya.
24 وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍۢ بَاسِرَةٌۙ
wa wujụhuy yauma`iżim bāsirah
Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,
25 تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ۗ
taẓunnu ay yuf'ala bihā fāqirah
mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
26 كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ
kallā iżā balagatit-tarāqī
Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan,
27 وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙ
wa qīla man rāq
dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang dapat menyembuhkan?”
28 وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙ
wa ẓanna annahul-firāq
Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
29 وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِۙ
waltaffatis-sāqu bis-sāq
dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan),
30 اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗ
ilā rabbika yauma`iżinil-masāq
kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.
31 فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ
fa lā ṣaddaqa wa lā ṣallā
Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Al-Qur'an dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan salat,
32 وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙ
wa lāking każżaba wa tawallā
tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),
33 ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ
ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā
kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong.
34 اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙ
aulā laka fa aulā
Celakalah kamu! Maka celakalah!
35 ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ
ṡumma aulā laka fa aulā
Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!
36 اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ
a yaḥsabul-insānu ay yutraka sudā
Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?
37 اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى
a lam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā
Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
38 ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ
ṡumma kāna 'alaqatan fa khalaqa fa sawwā
kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya,
39 فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ
fa ja'ala min-huz-zaujainiż-żakara wal-unṡā
lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
40 اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى
a laisa żālika biqādirin 'alā ay yuḥyiyal-mautā
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?





TENAGA DALAM

Tenaga dalam adalah suatu konsep yang populer di dalam masyarakat Melayu di Asia Tenggara terutamanya di Indonesia dan Malaysia. Tenaga dalam dianggap suatu tenaga manusia yang mempunyai kekuatan luarbiasa. Tenaga dalam dibedakan dari tenaga luar manusia (yang biasanya disebut secara ringkas sebagai "tenaga" saja) yang berbentuk tenaga fisik seperti kekuatan otot tangan mengangkat barang. Pada dasarnya setiap orang memiliki apa yang disebut dengan tenaga dalam, hanya saja mereka tidak mengetahui bagaiman cara membangkitkan atau mengembangkannya. Tenaga dalam itu itu sudah ada sejak manusia dilahirkan. Tetapi tenaga itu masih pasif dan sewaktu-waktu akan bangkit bila orang tersebut dalam keadaan panik, tidur berjalan, terhipnotis atau ketakutan yang luar biasa. Contoh : Seseorang yang takut kepada anjing akan memiliki kemampuan yang luar biasa dalam berlari menghindari kejaran anjing yang berlari cepat. Bila terdesak, orang tersebut dapat melompati tembok setinggi 2 m dengan sekali lompat. Rasa takut yang berlebihan tersebut dapat membangkitkan tenaga dalamnya yang sedang 'tidur'. Secara otomatis tenaga dalam tersebut bangkit dan tersalur pada kedua kakinya yang sedang dipergunakan untuk berlari, tetapi setelah berhasil menyelamatkan diri kekuatan itu reda dan energi itu 'tidur' kembali. Kemudian orang itu baru menyadari bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang luar biasa.

GAMELAN

alat musik tradisional jawa dan sunda.




pelatihan seni penyembuhan
RAMALAN



aplikasi android