Minggu Wage, 25 September 2022


 

Arti Nama Cahaya Dewi Irawan

Berikut adalah Arti Nama Cahaya Dewi Irawan berdasarkan metode Pythagoras.
 
 

Arti Nama CAHAYA DEWI IRAWAN :
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada hal gaib
(12) Alamat baik
(300) Kesentausaan dan suka ilmu pengetahuan
(60) Berpisah dari pasangan hidup
(400) Perjalanan yang melelahkan
(14) Pengorbanan
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
(18) Kekejaman
(8) Perasaan pada keadilan
(500) Suci
(31) Gemar akan Kemasyhuran dan kebajikan
(30) Kemasyhuran dan pernikahan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 72%


Arti Nama CAHAYA :
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(14) Pengorbanan
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
POSITIF : 40% :


Arti Nama DEWI :
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
(13) Kurang beribadah
(400) Perjalanan yang melelahkan
(18) Kekejaman
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(8) Perasaan pada keadilan
POSITIF : 50% :


Arti Nama IRAWAN :
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(500) Suci
(31) Gemar akan Kemasyhuran dan kebajikan
(30) Kemasyhuran dan pernikahan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 80% :



Metode Pythagoras bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut. Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama





KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

PUASA MUTIH

Dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : ?niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti allah.?



Advertorial

Grup Telegram Dunia Gaib

belajar metafisika