Selasa Pahing, 31 Maret 2026

Dalam budaya etnis Tionghoa, perayaan Tahun Baru Imlek dirayakan dengan penuh kegembiraan dan harapan. Momen ini menjadi waktu yang sarat dengan doa-doa untuk kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan yang akan datang.
Namun, di balik sukacita tersebut, ada berbagai pantangan yang diyakini tidak boleh dilakukan pada hari perayaan Imlek. Larangan-larangan ini dianggap mampu menghalangi datangnya rezeki atau bahkan membawa nasib buruk, sehingga harapan-harapan besar yang diinginkan bisa saja terhambat.
Meskipun bagi sebagian orang hal ini mungkin hanya dianggap mitos, tradisi ini terus diikuti secara turun-temurun. Apa saja pantangan yang dipercaya selama Imlek? Berikut adalah sembilan larangan yang sebaiknya dihindari selama perayaan Imlek:
Jangan Menghabiskan Ikan
Pepatah China "nián nián yǒuyú" yang berarti "memiliki lebih dari cukup setiap tahun" sering dikaitkan dengan tradisi menyisakan ikan. Menghabiskan ikan saat Imlek dipercaya dapat menghapus lambang kelimpahan rezeki untuk tahun depan.
Tidak Dianjurkan Mengonsumsi Bubur
Berdasarkan tradisi, bubur dianggap makanan bagi rakyat kecil di masa lalu. Oleh karena itu, menghidangkan atau memakan bubur selama Imlek dianggap sebagai simbol kemiskinan dan ketidakberuntungan.
Hindari Membeli Buku
Membeli buku pada hari pertama Imlek hingga perayaan Cap Go Meh dipercaya membawa nasib buruk. Dalam bahasa Mandarin, kata “buku” memiliki pengucapan yang mirip dengan kata “kehilangan,” sehingga diasosiasikan dengan kehilangan rezeki.
Menjahit adalah Hal yang Dihindari
Jarum dianggap dapat mengusir kemakmuran. Oleh karena itu, segala aktivitas yang melibatkan jarum, seperti menjahit, harus dihentikan sementara selama perayaan Imlek.
Jaga Ucapan, Jangan Bicara Kotor
Imlek adalah saat penuh sukacita, dan kebahagiaan yang dirasakan diharapkan akan berlanjut sepanjang tahun. Oleh sebab itu, hindari berbicara kasar atau memaki pada hari perayaan. Jika ada hal yang mengganggu, usahakan menyampaikannya dengan cara yang sopan dan baik.