Selasa Pahing, 9 Juni 2026


Terjemahan Surah Al-Buruj (Gugusan Bintang) dan Audio MP3


<< Index Surah >>
No. Ayat Terjemahan
1 وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ
was-samā`i żātil-burụj
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
2 وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ
wal-yaumil-mau'ụd
dan demi hari yang dijanjikan.
3 وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ
wa syāhidiw wa masy-hụd
Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.
4 قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ
qutila aṣ-ḥābul-ukhdụd
Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman),
5 النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ
an-nāri żātil-waqụd
yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar,
6 اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ
iż hum 'alaihā qu'ụd
ketika mereka duduk di sekitarnya,
7 وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌ ۗ
wa hum 'alā mā yaf'alụna bil-mu`minīna syuhụd
sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.
8 وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ
wa mā naqamụ min-hum illā ay yu`minụ billāhil-'azīzil-ḥamīd
Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji,
9 الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ۗ
allażī lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, wallāhu 'alā kulli syai`in syahīd
yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
10 اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ
innallażīna fatanul-mu`minīna wal-mu`mināti ṡumma lam yatụbụ fa lahum 'ażābu jahannama wa lahum 'ażābul-ḥarīq
Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.
11 اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ
innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hār, żālikal-fauzul-kabīr
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung.
12 اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ
inna baṭsya rabbika lasyadīd
Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras.
13 اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ
innahụ huwa yubdi`u wa yu'īd
Sungguh, Dialah yang memulai pen-ciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali).
14 وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ
wa huwal-gafụrul-wadụd
Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih,
15 ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ
żul-'arsyil-majīd
yang memiliki ‘Arsy, lagi Mahamulia,
16 فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ
fa''ālul limā yurīd
Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki.
17 هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ
hal atāka ḥadīṡul-junụd
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang),
18 فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ
fir'auna wa ṡamụd
(yaitu) Fir‘aun dan Samud?
19 بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ
balillażīna kafarụ fī takżīb
Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,
20 وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ
wallāhu miw warā`ihim muḥīṭ
padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos).
21 بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ
bal huwa qur`ānum majīd
Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur'an yang mulia,
22 فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ
fī lauḥim maḥfụẓ
yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuzh).





BELOMANCY

Metode ramalan kuno dengan cara melepaskan anak panah. Metode ramalan ini dikenal dengan banyak bentuk. Masyarakat Babylonia dan Syria melekatkan label berisi angka-angka pada anak panah tersebut yang kemudian ditembakkan sejauh mungkin. Cara lainnya yakni dengan menembakkan anak panah ke udara dan kemudian arah serta bentuk pendaratan dari anak panah tersebut ditafsirkan. Metode lainnya dipergunakan oleh masyarakat Yunani dan kemudian oleh masyarakat Arab adalah dengan menembakkan anak panah ke sebuah batu lalu tanda-tanda yang dihasilkan dari tembakan anak panah tersebut ditafsirkan. Sedangkan metode yang dipakai oleh masyarakat Tibet adalah dengan menempatkan dua anak panah dengan ujung lancip mengarah ke bawah di dalam sebuah wadah kemudian mereka akan mengartikan pergerakkan yang terjadi didalamnya. Metode lain adalah dengan melekatkan tulisan-tulisan berisi ramalan pada anak panah lalu dipilih secara acak.

AMARAH

nafsu yang mengajak pada kejahatan : pelit, iri, malas, sombong, emosional dan sejenisnya.




pelatihan seni penyembuhan
RAMALAN




aplikasi android