Kisah pertemuan Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS adalah salah satu fragmen paling ikonik dalam Al-Qur'an (Surah Al-Kahfi: 60-82). Dalam kacamata Tasawuf, kisah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin dari Syariat menuju Hakikat.

Pertanyaan "Di mana Tuhan?" sering kali membuat kita terjebak dalam logika ruang. Kita terbiasa berpikir bahwa sesuatu yang "ada" pasti menempati tempat tertentu—seperti buku di atas meja atau awan di langit. Namun, dalam pandangan tasawuf Ibnu Arabi, seorang tokoh besar dalam dunia tasawuf, jawaban atas pertanyaan ini jauh lebih dalam dan indah daripada sekadar titik koordinat.
Dalam khazanah tasawuf Islam, dikenal empat tingkatan utama dalam perjalanan spiritual seorang hamba menuju Allah SWT, yaitu syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat. Keempatnya bukan jalan yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang saling melengkapi, seperti kulit, daging, dan inti buah.
Martabat Tujuh (Tujuh Tingkatan Wujud) dalam ilmu tasawuf, terutama dalam tradisi tasawuf Nusantara adalah sebuah kerangka kosmologis yang menjelaskan proses turunnya (emanasi) dan naiknya (kembali) realitas dari Allah (Wujud Mutlak) hingga ke alam semesta yang nyata dan kembali lagi.
Menurut astrologi Tiongkok, Tahun Kuda Api akan resmi dimulai pada 17 Februari 2026, berdasarkan kalender lunar China. Tahun ini hanya muncul setiap 60 tahun sekali, sehingga dianggap sebagai siklus yang langka dan penuh kekuatan.
Feng shui telah menjadi salah satu tradisi penataan ruang yang paling berpengaruh di Asia, termasuk Indonesia. Falsafah Tiongkok kuno ini berfokus pada bagaimana energi—atau yang disebut qi—mengalir secara harmonis dalam lingkungan manusia. Rumah yang tertata dengan baik dipercaya bisa meningkatkan kesehatan, kelancaran rezeki, keharmonisan keluarga, hingga stabilitas emosi.
Secara bahasa, syafaat (الشفاعة) berasal dari kata "syaf‘" yang berarti “menyertakan” atau “menjadi pasangan”. Dalam konteks agama, syafaat berarti permohonan ampun atau pertolongan yang diberikan seseorang kepada orang lain di hadapan Allah agar diberi keringanan, ampunan, atau derajat yang lebih tinggi. Di dalam Islam, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang diyakini dapat memberikan pertolongan kepada umat Islam di akherat agar selamat dari neraka sehingga bisa masuk surga.
Makna tauhid dalam Islam berasal dari kata Arab "wahhada – yuwahhidu – tauhīdan" yang berarti menjadikan ketunggalan atau meng-Esakan atau meniadakan apapun selain Allah. Dalam konteks keimanan Islam, tauhid berarti mengesakan Allah dalam segala hal yaitu Dzat, Sifat, Asma (nama) maupun Af’al (perbuatan)-Nya.
Dari Anas bin Malik, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan, yakni “al-Jama’ah".
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Aziiz" yang memiliki khasiat : Allah akan memberikan pertolonganNya disaat kita sedang menghadapi persoalan, diberi kemuliaan dan kewibawaan dalam pergailan dan dikalangan masyarakat.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Waaliy" yang memiliki khasiat : dijaga dari segala penyakit hati dan dibukakan ilmu makrifat dalam kalbunya.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Matiin" yang memiliki khasiat : membentuk mental yang kuat bagai baja, memperoleh kewibawaan sehingga disegani oleh kawan maupun lawan dan diberi kekuatan tubuh yang luar biasa hebatnya.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Maalikul Mulki" yang memiliki khasiat : memperkokoh kedudukan yang telah dicapainya dan memiliki kewibawaan yang luar biasa.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Haqq" yang memiliki khasiat : menambah rasa taat pada Allah serta dijauhkan dari perbuatan-perbuatan yang negatif.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Mu'iid" yang memiliki khasiat : anggota keluarganya bisa menjadi orang yang penurut. Untuk mengembalikan anggota keluarga yang minggat atau kabur.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Ad Dhooru" yang memiliki khasiat : Untuk penyembuhan penyakit umum dan juga penyembuhan penyakit non medis atau gangguan gaib.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Maajid" yang memiliki khasiat : mendorong keberhasilan dalam menempuh ujian. Menjernihkan hati, tajam ingatan dan mencerdaskan otak.