Ada pertanyaan yang sampai hari ini belum benar-benar selesai dijawab oleh siapapun: ketika Islam datang ke tanah Jawa, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar sejarah? Bukan di pantai-pantai tempat para pedagang berlabuh, bukan di alun-alun tempat para wali berdakwah — melainkan di lapisan yang lebih dalam, di mana dua tradisi besar berhadapan muka.

Dalam kaidah ilmu jawa disebut sebagai sedulur papat/saudara 4 yaitu jasad yang berupa : api, angin, air, tanah dan 5 pancer (Ruh). Inilah rahasia Adam dari 4 sudut pandang yaitu syariat, tarekat, hakekat dan makrifat.
Haji menurut arti adalah "tamu" dan dalam konteks syariat, ibadah haji artinya bertamu ke rumah Allah (baitullah) melalui rukun-rukun haji yang telah ditetapkan dalam fiqih. Haji dianggap sah secara syariat jika melakukan wukuf di padang arafah. Dalam hadist dikatakan : Haji itu (adalah) Arafah (Sunan at-Tirmidzi hadis nomor 889). Atas dasar hadis ini, mayoritas ulama fiqh (dari empat madzhab) berpendapat bahwa tidak sah orang berhaji yang tidak melakukan wukuf di Arafah.
Sejak ribuan tahun lalu, para praktisi spiritual, dukun, mistikus, dan ahli metafisika dari berbagai penjuru dunia telah mengakui bahwa warna bukan sekadar fenomena visual semata. Warna adalah frekuensi energi yang nyata — gelombang cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang secara langsung berinteraksi dengan medan energi manusia, alam, dan dimensi-dimensi di luar persepsi fisik biasa.
Berkurban sapi untuk 7 orang itu boleh, dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam ada dalilnya. Nabi Shallallahu alaihi wasalam pernah menyembelih 1 sapi untuk 7 orang dalam haji. [HR. Muslim no. 1318]
Mereka yang lahir pada hari Sabtu bertepatan dengan pasaran Pahing diyakini membawa aura tersendiri yang berbeda dari weton-weton lainnya. Ada yang menyebutnya penuh misteri, ada yang menganggapnya sebagai weton pilihan, ada pula yang melihatnya dengan penuh kewaspadaan.
Pernahkah Anda merenungkan mengapa dari miliaran manusia yang pernah memijak bumi, tidak ada satu pun yang memiliki pola garis tangan atau sidik jari yang benar-benar identik? Secara biologis, kita menyebutnya variasi genetika. Namun, dalam kedalaman filsafat sufistik, fenomena ini adalah tanda (ayat) yang nyata tentang bagaimana Sang Pencipta menitipkan "kode rahasia" di setiap ujung jemari kita.
Sejak ribuan tahun silam, manusia telah bertanya-tanya: dari apakah sebenarnya dirinya terbuat? Ilmu pengetahuan modern menjawab dengan atom, molekul, dan sel. Namun jauh sebelum mikroskop ditemukan, para sufi dan filosof Islam telah merumuskan sebuah kerangka pemahaman yang jauh lebih dalam — bukan sekadar menyentuh lapisan fisik, melainkan menembus dimensi rohani dan batin manusia. Kerangka itu adalah ajaran tentang anasir empat: api (nar), air (ma'), tanah (turab), dan angin (hawa').
Kisah pertemuan Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS adalah salah satu fragmen paling ikonik dalam Al-Qur'an (Surah Al-Kahfi: 60-82). Dalam kacamata Tasawuf, kisah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin dari Syariat menuju Hakikat.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Fattaah" yang memiliki khasiat : menjaga kebersihan dan kesucian hati dari berbagai sifat tak terpuji, semua usaha dan setiap urusan dapat diselesaikan dengan baik serta membawa keberuntungan.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Muqtadir" yang memiliki khasiat : segala maksud baiknya terkabul. Diberi kejernihan hati sehingga setiap menghadapi persoalan dapat diselesaikan dengan tenang.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Mumiit" yang memiliki khasiat : senantiasa memperoleh kemenangan jika menghadapi musuh. Memajukan usaha dan memenangkan segala persaingan.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Ghofuur" yang memiliki khasiat : diampuni dosa-dosanya, bagi mereka yang berbuat dosa, merasa ringan menjalankan ibadah dan diberi jalan yang lapang dalam mencari rejeki.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Awwal" yang memiliki khasiat : diberi kemudahaan dalam setiap usaha yang sedang dirintis. Memperoleh kemenangan dalam setiap peperangan.
Manusia pada dasarnya memiliki kewajiban untuk mengalahkan dirinya sendiri yakni menaklukan sifat-sifat yang tercela sepeti riya’, sombong, iri, dengki, rakus, dendam dan penyakit-penyakit hati lainnya. Asma berikut ini Insya Allah dapat mengikis sifat-sifat tercela.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Baaqii" yang memiliki khasiat : memperkokoh kedudukan atau jabatan yang telah diperoleh. Terhindar dari berbagai macam bencana.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Hakam" yang memiliki khasiat : hati menjadi lebih bersih dan terang sehingga mudah menerima berbagai macam ilmu, dikaruniai pengetahuan mengenai rahasia-rahasia ilmu.