Perbincangan seputar sosok Wali Allah senantiasa memantik polemik serta tantangan tersendiri di tengah masyarakat. Dalam diskursus tasawuf, berlaku sebuah kaidah populer: “Hanya seorang wali yang mampu mengenali identitas wali lainnya.” Berpatokan pada prinsip tersebut, masyarakat awam secara teoretis mustahil mengidentifikasi keberadaan mereka secara pasti. Meski demikian, kabar mengenai kemunculan tokoh yang dipandang sebagai Wali Qutub, Wali Badal, maupun tingkatan kewalian lainnya terus berembus di tengah umat.

Banyak kita saksikan pejabat negara disumpah atas nama kitab sucinya namun dikemudian hari melakukan berbagai pelanggaran hukum seperti korupsi, kolusi, nepotisme dan bermaksiat. Banyak pejabat yang memiliki ilmu agama yang tinggi, rajin ibadah namun ibadahnya tidak mampu mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar.
Dalam khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam teologi (akidah) dan tasawuf falsafi, kita sering mendengar empat pilar utama untuk memahami hakikat ketuhanan (Ma'rifatullah). Empat pilar tersebut adalah Dzat, Sifat, Asma, dan Af'al.
Dalam sejarah tasawuf Islam, nama Imam Abul Hasan as-Syadzili menempati posisi yang sangat mulia dan strategis. Beliau adalah seorang ulama besar, wali qutub, dan pendiri Tarekat Syadziliyah yang pengikutnya tersebar di berbagai belahan dunia hingga hari ini. Berbeda dari stereotip sufi pada umumnya yang memilih hidup miskin dan terasing dari dunia, Imam Abul Hasan as-Syadzili membuktikan bahwa kedekatan kepada Allah dapat diraih dengan memadukan kedalaman makrifat spiritual, kesyukuran atas nikmat materi, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Perbedaan utama arti nama menurut primbon Jawa dan numerologi terletak pada dasar perhitungannya: primbon menilai nama lewat kecocokan dengan weton, sementara numerologi menilai nama lewat konversi tiap huruf menjadi angka lalu dijumlahkan hingga ditemukan satu angka inti.
Cara memilih nama bayi yang membawa keberuntungan menurut primbon adalah dengan menyelaraskan bunyi dan makna nama dengan weton atau hari kelahiran anak, karena primbon Jawa percaya tiap weton punya watak dan unsur tersendiri yang sebaiknya diimbangi lewat nama.
Nama bayi laki-laki Islami yang populer di Indonesia kebanyakan diambil dari nama Nabi, sahabat, atau kata sifat mulia dalam bahasa Arab, seperti Ahmad yang berarti "yang terpuji" atau Zaki yang berarti "suci dan cerdas". Berikut 20 pilihan nama beserta maknanya.
Nama bayi perempuan Islami yang populer di Indonesia umumnya diambil dari bahasa Arab dan sarat makna kebaikan, misalnya Aisyah yang berarti "yang hidup" atau Zahra yang berarti "bunga yang bercahaya". Berikut 20 pilihan nama beserta makna dan filosofi singkatnya.
Arti nama adalah makna, harapan, atau doa yang melekat di balik sebuah nama, dan di banyak budaya termasuk Indonesia nama dipercaya ikut membentuk karakter serta jalan hidup pemiliknya. Bukan karena hurufnya bertuah secara ajaib, tapi karena nama menjadi kalimat yang diucapkan dan didengar berulang-ulang sepanjang hidup seseorang.
Manusia pada dasarnya memiliki kewajiban untuk mengalahkan dirinya sendiri yakni menaklukan sifat-sifat yang tercela sepeti riya’, sombong, iri, dengki, rakus, dendam dan penyakit-penyakit hati lainnya. Asma berikut ini Insya Allah dapat mengikis sifat-sifat tercela.
Amalan berikut ini berguna agar kita memiliki derajat hidup yang tinggi, dihormati banyak orang, diberikan kelapangan/keringanan dalam menghadapi berbagai masalah hidup.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Mushowwir" yang memiliki khasiat : memperlancar pekerjaan dan usaha yang sedang dilakukan, cepat dikaruniai anak bagi pasangan suami-istri yang belum punya anak.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Wakiil" yang memiliki khasiat : Allah membukakan pintu rejeki dan kebaikan hidup serta untuk meredakan angin ribut dan hujan badai.
Asma berikut ini jika dibaca secara istiqomah sangat bermanfaat untuk penopang kehidupan.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Qudduus" yang memiliki khasiat : dibersihkan hatinya dari sifat dengki dan iri hati dan setiap perilakunya selalu terpuji dan dijauhkan dari kesombongan serta keserakahan.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Qoyyuum" yang memiliki khasiat : diberi jalan rejeki yang mudah dan lancar. Memiliki kewibawaan dan dijadikan orang terhormat serta disegani kawan maupun lawan.
Salah satu asma dari 99 asmaul husna tersebut adalah "Al Lathiif" yang memiliki khasiat : mempermudah datangnya rejeki dan semua hajatnya cepat tercapai, terhindar dari niat jahat orang zalim