Sabtu Kliwon, 3 Juni 2023


Karakter Seseorang Berdasarkan Golongan Darah AB


watak golongan darah AB

Prof.Takeji Furukawa seorang psikolog Jepang dalam risetnya menemukan keterkaitan antara watak dan golongan darahnya. Di Jepang AB dianggap golongan darah yang paling buruk. Beberapa perusahaan mencoba membagi karyawan mereka menjadi kelompok kerja berdasarkan golongan darah, dan tidak ada yang mau bekerja sama dengan kelompok AB. 


Baca juga :

Karakter Golongan Darah AB :

- Golongan darah AB bisa memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Misalnya pemalu namun bisa juga menjadi sangat percaya diri. 

- Menyukai suasana kebatinan yang damai dan tenang.

- Dipercaya dan bertanggung jawab namun tidak mau jika terlalu banyak tuntutan yang membebaninya.

- Suka pada kegiatan seni dan spiritual

- Perasaannya halus dan lembut, mudah terharu namun mudah tersinggung.

- Mudah memaafkan kesalahan orang lain.


Gaya Komunikasi Golongan Darah AB :

- Bicaranya cenderung pelan dan lembut.

- Menggunakan perasaan dibanding logikanya.

- Berbicara seringkali monoton sehingga membuat orang terlena.

- Lebih suka membicarakan seputar masalah kehidupan sosial.

- Lebih mementingkan hubungan sosial (pertemnanan) dibandingkan materi.

- Dapat mempengaruhi lawan bicaranya dengan menyentuh perasaannya

- Dapat menjadi penasehat yang baik bagi orang lain.


Keunggulan dan Kelemahan :

- Mudah memahami perasaan orang lain (berempati).

- Tenang, damai, penyayang.

- Kurang cepat dalam berpikir dan bertindak.

- Kurang dapat merealisasikan janji-janjinya (ucapannya mudah berubah).

- Kurang tepat waktu.


Profesi yang Cocok :

- Psikolog.

- Filsafat.

- Konselor pernikahan.

- Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Artikel serupa :







 


PELET

adalah ilmu gaib yang bertujuan membuat seseorang yang dituju menyukai/sayang/jatuh hati kepada orang yang melakukan pelet. Istilah lain pelet adalah pengasihan (tujuan positif) dan guna-guna (tujuan negatif).

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.




RAMALAN


Grup Telegram Dunia Gaib

belajar metafisika