Senin Pon, 28 November 2022


Memprogram Ulang Pikiran dengan Hipnotis


hipnotis program ulang pikiran

Pada awalnya kami berbicara seputar operasi medis (kedokteran) pada zaman kuno. Sebagaimana diketahui, hipnotis pernah digunakan dalam operasi medis, khususnya saat obat bius belum dikenal. Meski begitu, ada pula ramuan herbal tertentu yang membuat pasien tidak sadarkan diri hingga operasi dapat dilakukan, Pada masa itu, pasien yang hendak di operasi dihipnotis terlebih dahulu sebelum dilakukan pembedahan terhadap bagian tubuhnya. Para tabib yang menguasai bidang kedokteran ini umumnya menguasai teknik-teknik hipnotis terhadap pasiennya. Hal itu dilakukan agar sang pasien tidak merasa kesakitan saat pisau membedah kulit tubuh. 

Begitupula saat ujung jarum menjahit bagian tubuh yang terluka. Salah seorang ilmuwan Abad Pertengahan, Ibnu Sina yang menulisis kitab Al-Qanun fi At Tibb (tata cara pengobatan), menggunakan hipnotis saat mengoperasi pasiennya. Perbincangan Kami dengan Hasan Basri, salah seorang Praktisi Hipnotis, tentu tidak menarik tanpa dilakukan uji coba terhadap teknik hipnotis ini. Itulah sebabnya, Kami bersama seorang teman bernama Hari Setiawan menawarkan diri dihipnotis. Tujuannya mengetahui secara pasti teknik hipnotis pernah dilakukan dalam operasi medis. Ketika itu Hasan Basri mengambil sebuah jarum jahit yang memiliki panjang sekira 5 sentimeter. Dia menyuruh Kami untuk bersikap santai dan rileks selama melakukan uji coba. Selanjutnya Hasan mengatakan sesuatu yang pada intinya menegaskan bahwa tubuh yang ditusuk dengan jarum tidak akan terasa sakit sedikitpun. Sambil berkata demikian, Hasan mulai menusukkan sisi tajam jarum jahit itu ke tangan sebelah kiri Kami. Kami hanya diam membiarkan jarum itu masuk ke dalam tubuh. Perlahan-lahan Hasan menusukkan jarum itu hingga hanya tersisa setengah sentimeter. Kami tidak merasakan sakit sedikitpun. Bahkan saat sisi tajam jarum itu mulai menembus kulit, tidak ada darah yang menetes. 


Baca juga :

Sekira 1 jam kemudian, Hasan mencabut kembali jarum yang tertancap di lengan Kami. tidak ada darah yang menetes. Setelah melakukan uji coba itu, Hasan menyuruh Kami melakukan hal yang sama. Di sinilah keunikannya. Saat Kami menusukkan sisi tajam jarum ke lengan seorang teman, darah pun menetes. Tentu saja Kami tidak berani meneruskan uji coba ini. Percobaan lainnya adalah agar diri diberkahi kesehatan dan awet muda. Pengalaman itu setidaknya membuktikan bahwa pada saat teknologi kedokteran belum maju seperti sekarang, teknik hipnotis pernah menjadi bagian penting dalam bidang pengobatan. Pada saat melakukan latihan itu, hipnotis belum sepopuler sekarang. Sedangkan kini hipnotis semakin marak kehadirannya di tengah-tengah masyarakat. 

Hal itu ditandai dengan munculnya sekolah, kursus atau workshop hipnotis. Bahkan dapat dikatakan, hipnotis menjadi bagian dari hiburan yang tergolong laku dijual. Istilahnya, stage hypnosis (hipnotis entertainment/hiburan). Khususnya sejak tayangan Hipnotis Romi Rafael dan Uya Kuya mendapat rating tinggi di televisi. Hanya saja, acara tersebut tidak lebih dari hiburan semata. Kami pernah tampil dalam acara Hipnotis pada pertengahan 2005. Ternyata semua itu tidak lebih dari sandiwara yang telah diatur sedemikian rupa. Kami melakukan latihan dua kali di sebuah kantor production house di Jakarta Timur, lalu dilanjutkan dengan syuting di Plaza Tangerang. Hasilnya lumayan. Kami muncul di layar kaca SCTV dalam acara tersebut. 

Seiring berjalannya waktu, Kami mempelajari hipnotis dari berbagai sumber. Termasuk menyangkut perbedaan antara hipnotis yang murni menggunakan pikiran dan hipnotis yang memanfaatkan bantuan makhluk gaib (jin) alias gendam. Pemahaman dan pengalaman Kami seputar hipnotis pun bertambah. Termasuk saat mengikuti workshop hipnotis tahun lalu di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Sejujurnya, ada banyak manfaat yang dapat dipetik dari pengetahuan seputar hipnotis ini. Khususnya dalam upaya pengembangan pribadi, motivasi diri dan membantu memotivasi orang lain dengan terapi hipnotis atau hipnoterapi. Diantara aspek hipnoterapi yang Kami  sukai adalah upaya mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif. Istilah yang tepat adalah instal ulang pikiran. Seperti sebuah komputer yang bermasalah, tentu harus diinstal ulang agar baik kembali. Begitupula halnya dengan pikiran kita. Pikiran negatif atau pikiran yang selalu berprasangka buruk, harus diinstal ulang agar muncul pikiran positif. 

Hipnotis adalah salah satu cara terapi untuk instal ulang ini. Meskipun harus diakui hipnotis bukan satu-satunya cara terapi untuk hal semacam ini. Sebagaimana diketahui, otak manusia ibarat hardisk yang menyimpan arsip memori (bawah sadar). Tentu saja kumpulan arsip memori ini memengaruhi cara berpikir dan cara mengambil suatu tindakan tertentu. Ketika berpikir, sejumlah arsip memori yang terkait dengan apa yang dipikirkan muncul dan menentukan arah pikiran dan tindakan. Dalam kaitan inilah, terapi hipnotis dapat dimanfaatkan untuk membantu seseorang agar pikiran dan tindakan yang dilakukan sesuai dengan apa yang diinginkan. Tentu saja pikiran dan tindakan yang memberi kemanfaatan diri sendiri dan orang lain. Anda berminat dihipnotis?







 


PUASA WUNGON

Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

EXTISPICY

Merupakan suatu bentuk ramalan yang menafsirkan daging jeroan korban persembahan.




Grup Telegram Dunia Gaib

belajar metafisika