Rabu Pon, 15 Juli 2026


Memprogram Ulang Pikiran dengan Hipnotis


hipnotis program ulang pikiran

Pada awalnya kami berbicara seputar operasi medis (kedokteran) pada zaman kuno. Sebagaimana diketahui, hipnotis pernah digunakan dalam operasi medis, khususnya saat obat bius belum dikenal. Meski begitu, ada pula ramuan herbal tertentu yang membuat pasien tidak sadarkan diri hingga operasi dapat dilakukan, Pada masa itu, pasien yang hendak di operasi dihipnotis terlebih dahulu sebelum dilakukan pembedahan terhadap bagian tubuhnya. Para tabib yang menguasai bidang kedokteran ini umumnya menguasai teknik-teknik hipnotis terhadap pasiennya. Hal itu dilakukan agar sang pasien tidak merasa kesakitan saat pisau membedah kulit tubuh. 

Begitupula saat ujung jarum menjahit bagian tubuh yang terluka. Salah seorang ilmuwan Abad Pertengahan, Ibnu Sina yang menulisis kitab Al-Qanun fi At Tibb (tata cara pengobatan), menggunakan hipnotis saat mengoperasi pasiennya. Perbincangan Kami dengan Hasan Basri, salah seorang Praktisi Hipnotis, tentu tidak menarik tanpa dilakukan uji coba terhadap teknik hipnotis ini. Itulah sebabnya, Kami bersama seorang teman bernama Hari Setiawan menawarkan diri dihipnotis. Tujuannya mengetahui secara pasti teknik hipnotis pernah dilakukan dalam operasi medis. Ketika itu Hasan Basri mengambil sebuah jarum jahit yang memiliki panjang sekira 5 sentimeter. Dia menyuruh Kami untuk bersikap santai dan rileks selama melakukan uji coba. Selanjutnya Hasan mengatakan sesuatu yang pada intinya menegaskan bahwa tubuh yang ditusuk dengan jarum tidak akan terasa sakit sedikitpun. Sambil berkata demikian, Hasan mulai menusukkan sisi tajam jarum jahit itu ke tangan sebelah kiri Kami. Kami hanya diam membiarkan jarum itu masuk ke dalam tubuh. Perlahan-lahan Hasan menusukkan jarum itu hingga hanya tersisa setengah sentimeter. Kami tidak merasakan sakit sedikitpun. Bahkan saat sisi tajam jarum itu mulai menembus kulit, tidak ada darah yang menetes. 


Baca juga :

Sekira 1 jam kemudian, Hasan mencabut kembali jarum yang tertancap di lengan Kami. tidak ada darah yang menetes. Setelah melakukan uji coba itu, Hasan menyuruh Kami melakukan hal yang sama. Di sinilah keunikannya. Saat Kami menusukkan sisi tajam jarum ke lengan seorang teman, darah pun menetes. Tentu saja Kami tidak berani meneruskan uji coba ini. Percobaan lainnya adalah agar diri diberkahi kesehatan dan awet muda. Pengalaman itu setidaknya membuktikan bahwa pada saat teknologi kedokteran belum maju seperti sekarang, teknik hipnotis pernah menjadi bagian penting dalam bidang pengobatan. Pada saat melakukan latihan itu, hipnotis belum sepopuler sekarang. Sedangkan kini hipnotis semakin marak kehadirannya di tengah-tengah masyarakat. 

Hal itu ditandai dengan munculnya sekolah, kursus atau workshop hipnotis. Bahkan dapat dikatakan, hipnotis menjadi bagian dari hiburan yang tergolong laku dijual. Istilahnya, stage hypnosis (hipnotis entertainment/hiburan). Khususnya sejak tayangan Hipnotis Romi Rafael dan Uya Kuya mendapat rating tinggi di televisi. Hanya saja, acara tersebut tidak lebih dari hiburan semata. Kami pernah tampil dalam acara Hipnotis pada pertengahan 2005. Ternyata semua itu tidak lebih dari sandiwara yang telah diatur sedemikian rupa. Kami melakukan latihan dua kali di sebuah kantor production house di Jakarta Timur, lalu dilanjutkan dengan syuting di Plaza Tangerang. Hasilnya lumayan. Kami muncul di layar kaca SCTV dalam acara tersebut. 

Seiring berjalannya waktu, Kami mempelajari hipnotis dari berbagai sumber. Termasuk menyangkut perbedaan antara hipnotis yang murni menggunakan pikiran dan hipnotis yang memanfaatkan bantuan makhluk gaib (jin) alias gendam. Pemahaman dan pengalaman Kami seputar hipnotis pun bertambah. Termasuk saat mengikuti workshop hipnotis tahun lalu di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Sejujurnya, ada banyak manfaat yang dapat dipetik dari pengetahuan seputar hipnotis ini. Khususnya dalam upaya pengembangan pribadi, motivasi diri dan membantu memotivasi orang lain dengan terapi hipnotis atau hipnoterapi. Diantara aspek hipnoterapi yang Kami  sukai adalah upaya mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif. Istilah yang tepat adalah instal ulang pikiran. Seperti sebuah komputer yang bermasalah, tentu harus diinstal ulang agar baik kembali. Begitupula halnya dengan pikiran kita. Pikiran negatif atau pikiran yang selalu berprasangka buruk, harus diinstal ulang agar muncul pikiran positif. 

Hipnotis adalah salah satu cara terapi untuk instal ulang ini. Meskipun harus diakui hipnotis bukan satu-satunya cara terapi untuk hal semacam ini. Sebagaimana diketahui, otak manusia ibarat hardisk yang menyimpan arsip memori (bawah sadar). Tentu saja kumpulan arsip memori ini memengaruhi cara berpikir dan cara mengambil suatu tindakan tertentu. Ketika berpikir, sejumlah arsip memori yang terkait dengan apa yang dipikirkan muncul dan menentukan arah pikiran dan tindakan. Dalam kaitan inilah, terapi hipnotis dapat dimanfaatkan untuk membantu seseorang agar pikiran dan tindakan yang dilakukan sesuai dengan apa yang diinginkan. Tentu saja pikiran dan tindakan yang memberi kemanfaatan diri sendiri dan orang lain. Anda berminat dihipnotis?







DAPUR

Adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk atau type bilah keris. Dengan menyebut nama dapur keris, orang yang telah paham akan langsung tahu, bentuk keris yang seperti apa yang dimaksud. Misalnya, seseorang mengatakan: "Keris itu ber-dapur Tilam Upih", maka yang mendengar langsung tahu, bahwa keris yang dimaksud adalah keris lurus, bukan keris yang memakai luk. Lain lagi kalau disebut dapur-nya Sabuk Inten, maka itu pasti keris yang ber-luk sebelas. Dunia perkerisan di masyarakat suku bangsa Jawa mengenal lebih dari 145 macam dapur keris. Namun dari jumlah itu, yang dianggap sebagai dapur keris yang baku atau mengikuti pakem hanya sekitar 120 macam saja. Serat Centini, salah satu sumber tertulis, yang dapat dianggap sebagai pedoman dapur keris yang pakem memuat rincian jumlah dapur keris sbb: Keris lurus ada 40 macam dapur. Keris luk tiga ada 11 macam. Keris luk lima ada 12 macam. Keris luk tujuh ada 8 macam. Keris luk sembilan ada 13 macam. Keris luk sebelas ada 10 macam. Keris luk tigabelas ada 11 macam. Keris luk limabelas ada 3 macam. Keris luk tujuhbelas ada 2 macam. Keris luk sembilan belas, sampai luk duapuluh sembilan masing-masing ada semacam. Namun, menurut manuskrip Sejarah Empu, karya Pangeran Wijil, jumlah dapur yang dianggap pakem lebih banyak lagi. Catatan itu menunjukkan dapur keris lurus ada 44 macam, yang luk tiga ada 13 macam, luk sebelas ada 10 macam, luk tigabelas ada11 macam, luk limabelas ada 6 macam, luk tujuhbelas ada 2 macam, luk sembilanbelas sampai luk duapuluh sembilan ada dua macam, dan luk tigapuluh lima ada semacam. Jumlah dapur yang dikenal sampai dengan dekade tahun 1990-an, lebih banyak lagi.

OKULTISME

Okultisme adalah kepercayaan terhadap hal-hal supranatural seperti ilmu sihir. Kata "okultisme" merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, occultism. Kata dasarnya, occult, berasal dari bahasa Latin occultus ('rahasia') dan occulere ('tersembunyi'), yang merujuk kepada 'pengetahuan yang rahasia dan tersembunyi' atau sering disalah-artikan oleh masyarakat umum sebagai 'pengetahuan supranatural'. Okultisme yang sebenarnya adalah bukanlah hanya sihir dan lebih tepatnya bukanlah supranatural, karena pada dasarnya okultisme adalah ilmu yang alami. Okultisme adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan tersembunyi yang terdapat dalam alam semesta, pada diri dan lingkungan kita. Tujuan akhirnya bagi praktisi okultisme adalah pemahaman dan pengertian yang sebenarnya tentang diri sendiri yang lebih tinggi yang kemudian akan menghasilkan pencerahan dan kebijaksanaan yang akhirnya akan mendekatkan diri pada sang pencipta.




pelatihan seni penyembuhan
RAMALAN




aplikasi android